SULTRAKINI.COM: KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara non aktif Nur Alam dijadwalkan kembali masuk ke rumah tahanan KPK pada pukul 22.00 WIB, Sabtu (14 Oktober 2017). Hal itu sesuai ketentuan KPK yang hanya memperbolehkan Nur Alam untuk kembali di Kendari dalam rangka menyaksikan pemakaman ibunnya, Hj Sitti Fatimah, pada Sabtu siang.
Usai Pemakaman Ibunda, Nur Alam Kembali Masuk Rutan KPK
Nur Alam saat menyolatkan ibunda dan memeluknya saat pertama kali tiba ( Foto : Hasrul Tamrin /SULTRAKINI. COM

Nur Alam tiba di Kendari pada Sabtu sekitar pukul 10.20 Wita, langsung menemui jasad ibu yang telah meninggal dunia sehari sebelumnya, Jumat (13 Oktober 2017) sekitar pukul 02.00 Wita.

Pemakaman dilaksanakan Sabtu pukul 13.00 Wita. Nur Alam ikut mensolati dan mengantar jasad sang ibu hingga ke liang lahat. Disaksikan ribuan warga, prosesi pemakaman di Konda, Konawe Selatan, berlangsung hikmat.

Sayangnya Nur Alam tidak bisa berlama-lama di Kendari. Hanya kurang lebih 7 jam berada di Kendari. Dengan tetap dikawal empat petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nur Alam kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik Air. Berangkat dari Kendari sekitar pukul 17.50 Wita.

Nur Alam menjadi tahanan KPK sejak 5 Juli 2017 atas tersangka dugaan penyalahgunaan wewenang pemberian izin pertambang nikel tahun 2009 hingga 2014.

Usai mengikuti prosesi pemakaman almarhum ibunda tercinta Hj. Sitti Fatimah, mantan Ketua DPW PAN Sultra itu langsung berpamitan dengan menyalami seluruh warga yang menyempatkan diri datang melayat di pemakaman ibunya.

Pantauan SultraKini.Com, Nur Alam menyalami satu per satu warga serta beberapa tokoh masyarakat dan birokrat. Tak terkecuali mantan Wali Kota Kendari, Asrun yang juga berada di kediaman rumah duka ikut menyalami Nur Alam disertai dengan pelukan erat.

Sesekali Asrun tampak tersenyum usai bersalaman dengan gubernur dua periode itu.

Nur Alam juga tampak berjabat teman erat dengan Rektor Universitas Lakidende, Prof Dr Ir La Ode Masihu Kamaluddin. Di sini Nur Alam dan Masihu terlihat sempat berbincang sejenak.

Sebelum ke Bandara Halu Oleo untuk kembali ke Jakarta, Nur Alam menyempatkan diri salat Ashar di Masjid Agung Alkautsar Kendari.

Menurut Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Sultra, Kusnadi, saat ke bandara Nur Alam ikut diantar oleh istrinya Tina Nur Alam dan tiga anaknya masing-masing Giona, Radan, dan Eno. Tidak ketinggalan pelaksan tugas Gubernur Sultra HM Saleh Lasata dan para pejabat lainnya.

Nur Alam tiba di rumah orang tuanya di Konda tepat pukul 10.25 WITA, Sabtu. Ia disambut warga yang tampak begitu padat di pintu gerbang rumah duka.

Nur Alam dari Jakarta menuju Kendari menggunakan pesawat Lion Air, tiba di Bandara Halu Oleo Kendari sekitar jam 10.00 dan langsung menuju rumah duka dengan menggunakan mobil Fortuner dengan nomor polisi DT 24 NO. 

Tampak didampingi oleh empat orang KPK, dua penyidik dan dua pengawal. Saat memasuki rumah duka terdengar ledakan tangis keluarga dan beberapa tokoh yang telah menunggu di samping jenazah sang ibu.

Di situ duduk pula sang istri Tina Nur Alam dan Plt. Gubernur Saleh Lasata serta beberapa pejabat lainnya. Nur Alam sujud memeluk dan mencium ibunda tercinta.


Laporan : Hasrul Tamrin 

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations