Pilkada koltim

Usai Terbakar, Pasar Sentral Wakatobi Dibangun menggunakan Anggara Rp 11,5 miliar

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Usai ludes terbakar pada 10 Oktober 2018, pemerintah daerah kembali membangun Pasar Sentral Wakatobi dengan sentuhan desain modern pada 2019.

Pembangunan kembali Pasar Sentral Wakatobi menelan anggaran cukup fantastis, yaitu sekitar Rp 11,5 miliar bersumber dari dana tugas Pembantuan Kementerian Perindustrian Rp 10 miliar dan Dana Alokasi Khusus Rp 1,5 miliar.

“Anggaran sebesar itu terbagi dalam tiga paket pekerjaan,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wakatobi, Safiuddin, Rabu (30/10/2019).

(Baca juga: Pasar Sentral Wakatobi Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah)

(Baca juga: Aktivitas Pasar Sentral Wakatobi Lumpuh)

Paket kerja yang dimaksud Safiuddin adalah paker pekerjaan pembangunan Pasar Sentral Wakatobi, diaman paket pertama senilai Rp 3,7 dari TP untuk bangunan khusus sembako (bekas terminal).

Pilkada

Paket kedua, senilai lebih dari Rp 6,2 miliar dari TP untuk membangun tempat berjualan pakaian dan barang elektronik. Sementara paket ketiga senilai Rp 1,5 miliar dari DAK untuk membangun 26 kios penjual pakaian.

akan dibangun 26 kios, dan sekitar 80 sampai 90an los (paket pertama). Akan terbangun 60 kios dan sekitar 140an los (paket kedua),” jelasnya.

Pembangunan pasar tersebut nantinya diperuntukkan kepada pedagang yang terdampak sebanyak 110 kios.

Ukuran kios sendiri didesain 2,5×3 meter, sementara los berukuran 60 cmx1 meter.

Safiuddin menambahkan, proyek ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2019. Ia berharap pembagian kios maupun los pasar tidak terjadi monopoli oleh oknum pedagang. Sebab bangunan tersebut adalah milik pemerintah untuk masyarakat.

“Permasalahan proses pemadaman api pada kebakaran pasar 1 Oktober 2018 adalah akses mobil pemadam. Tapi untuk desain yang sudah dibuat itu nanti mobil Damkar bisa masuk sampai ke dalam,” tambahnya.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.