Utusan Menko Luhut Berkunjung ke Konawe Bahas Persiapan Pembangunan Politeknik Industri

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Kementrian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman dan Investasi (Marves) RI terus memantau pengembangan industri logam di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya yang ada di Konawe. Hingga mengirim utusannya guna melakukan koordinasi dan kajian pembangunan Politeknik Industri di Konawe, Selasa (29/12/2020).

Berdasarkan pemetaan terhadap investasi Tiongkok yang berencana menambah pembangunan smelter di kawasan mega industri, maka diperlukan upaya persiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan terampil. Untuk menciptakan SDM terampil yang nantinya bekerja di kawasan mega industri tersebut, pemerintah berencana membangun Politeknik Industri di Konawe.

Kedatangan rombongan Kemenko Marves RI melakukan lawatan ke Konawe dalam rangka fasilitasi persiapan pembangunan Politeknik Industri tersebut. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengutus Prof Yohanes Surya PhD yang merupakan penasehat khusus Menteri Bidang Informasi dan Teknologi. Dalam lawatan tersebut, utusan Menko Luhut Binsar Pandjaitan disambut Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe Ferdinand Sapan yang mewakili Bupati Kery Saiful Konggoasa.

Penasehat khusus Menteri Bidang Informasi dan Teknologi Kemenko Marves RI, Prof Yohanes Surya PhD, mengatakan, dari hasil fasilitasi bersama Pemkab Konawe, diputuskan bahwa pembangunan Politeknik Industri di Konawe akan dilakukan oleh PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). Politeknik itu, nantinya akan berada dibawah naungan yayasan yang dibentuk dari kolaborasi pemerintah provinsi (Pemprov) Sultra dan pemkab Konawe.

“Didalam yayasan itu, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pembina yakni Gubernur Sultra dan Bupati Konawe. Dengan demikian, peran pemerintah akan sangat nyata dalam pembangunan Politeknik tersebut,” ujar Prof Yohanes Surya, usai pertemuan dengan pihak Pemkab di ruang rapat Kantor Bupati Konawe.

(Baca juga: Politeknik VDNIP akan Dibangun di Morosi)

Prof Yohanes Surya juga menuturkan, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pembina yayasan tempat bernaung Politeknik Industri tersebut, nantinya akan mengarahkan kelanjutan pembangunan Politeknik Industri di Konawe. Sehingga, kampus Politeknik tersebut nantinya bisa berjalan beriringan dengan program-program pemerintah. 

“Dengan adanya Politeknik berskala internasional di Konawe, bisa menjadi tempat SDM lokal menempa ilmu,” tambahnya.

Dirinya menyebut, Politeknik Industri nantinya akan menghasilkan SDM yang siap untuk dipekerjakan di perusahaan tambang di wilayah setempat.

Muaranya, sambung Prof Yohanes Surya, bakal mensejahterakan masyarakat Sultra khususnya penduduk asli Konawe. Apalagi, di Konawe sudah banyak investor asing yang menanamkan modalnya.

“Kalau pekerjanya orang asing, kemana orang lokalnya. Sekarang kita harapkan dengan adanya Politeknik, orang lokal bisa dididik secara internasional. Sehingga dia bisa bekerja di perusahaan internasional yang ada di Konawe,” harapnya.

Prof Yohanes Surya memproyeksi, pembangunan kampus Politeknik Industri di Konawe bisa dilakukan pada tahun depan. Hanya saja, ia mengaku tidak tahu persis berapa anggaran pembangunan kampus tersebut. Biaya pembangunan kampus Politeknik itu, lanjutnya, bersumber dari PT VDNI. 

“Tadi yang kita putuskan hanya Gubernur Sultra dan Bupati Konawe sebagai Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pembina yayasan Politeknik. Seterusnya tinggal didiskusikan seperti apa kelanjutannya,” terangnya.

Lebih jauh dirinya mengatakan, dalam pengamatan Kemenko Marves RI, investasi di Konawe tumbuh begitu subur. Sumber daya alam (SDA) yang melimpah didukung iklim investasi yang nyaman, membuat banyak investor tertarik menanamkan modal di Konawe. Imbasnya, tingkat pertumbuhan ekonomi di Konawe bisa menyentuh angka 9,20 persen ditahun 2019 kemarin.

“Angka itu sangat bagus dibanding banyak daerah lain se-Indonesia. Ini akibat adanya investasi yang masuk ke Konawe,” tandas Prof Yohanes Surya. (B)

Laporan: Ulul Azmi
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.