Iklan Clarion

VDNI: Kalau Jalan Hauling Ditutup, Ribuan Karyawan Merasakan Dampaknya

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Adanya sejumlah oknum yang hendak menutup jalan hauling (jalan operasional) kawasan Industri Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara mendapat reaksi dari pengelolan kawasan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

General Manager PT VDNI, Rudi Rusmadi mengatakan terdapat 3.620 karyawan yang menggantungkan hidup di perusahaan tersebut. Kebanyakan dari mereka adalah warga lokal yang berada di daerah sekitar tambang. Jika terjadi akses penutupan jalan produksi VDNI, tentunya sangat mengganggu mata pencaharian para karyawan.

“Penutupan jalan hauling akan mengurangi pendapatan harian mereka (karyawan, red). Belum lagi para kontraktor, itu bisa mengurangi suplai bahan material yang sudah ditargetkan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (15/5/2018).

Menurut Rudi, atas dasar tersebut masalah yang terjadi beberapa hari ini tidak bisa didiamkan. Ia menduga ada aktor intelektual dibalik pemblokiran jalan hauling VDNI yang telah ikut memprovokasi warga.

“Kami pernah bertanya, apa mau mereka sebagai solusi. Tapi jawabnya, kami mau ngeblok (tutup jalan, red). Dan mereka juga tidak perduli dengan kepentingan orang lain (termasuk para karyawan, red). Itu kan tidak bijak namanya. Kita takutnya ini bisa melahirkan masalah baru dan terjadi konflik,” jelasnya.

Rudi menambahkan, lahan 1,3 hektar yang hari ini dipermasalahlan, selama ini tidak pernah ribut. VDNI sendiri telah menggunakan lahan itu sudah tiga tahun.

Keadaan kemudian berubah setelah kehadiran Leo Chandra Edward yang mengaku sebagai perwakilan dari pihak PT Konawe Putra Propertindo (KPP), perusahaan yang lebih awal masuk dan membebaskan lahan yang kini dipakai VDNI. Leo diduga memprovokasi warga untuk melakukan penutupan jalan pengangkutan VDNI.

“Padahal, antara VDNI dan KPP tidak ada masalah. Ada trankasi jual beli lahan antar perusahaan. Ada penyerahan dokumen. Justru KPP sekarang yang bilang siapa itu Leo. Karena yang sebenarnya nama Leo itu tidak masuk dalam struktur organisasi KPP,” terangnya.

Saat ini pihak VDNI sendiri telah membuka jalan memutar. Itu untuk mengantisipasi manakala permasalahan penutupan jalan hauling tidak juga selesai.

“Kita juga sudah membuka jalan baru. Memang sedikit memutar, tapi tidak jauh. Panjangnya hanya 300 meter saja,” tandasnya.

Informasi dihimpun SultraKini.Com, sempat terjadi penutupan jalan hauling PT VDNI oleh sejumlah warga pada 12 Mei 2018. Aksi tersebut diduga diaktori oleh Leo Chandra Edward. Alasannya, karena pihak VDNI belum membebaskan lahan tersebut.

 

 

Laporan: Mas Jaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.