SUARA

VDNI Teken MoU Bersama Camat dan UHO: Terkait Serapan TKL dan CSR

SULTRAKINI.COM: KONAWE – PT Virtue Dragon Nickel Industry menandatangani Memorandum of Understanding bersama para camat di Kabupaten Konawe, serta MoU bersama pihak Universitas Halu Oleo (UHO).

Pendantangananan MoU berlangsung saat kunjungan Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara, Teguh Setyabudi di kawasan industri yang beroperasi di Kecamatan Morosi, Rabu (11/4/2018). Momen itu dihadiri Direktur Utama PT VDNI, Zhu Mingdong atau akrab disapa Mr. Andrew, Pelaksana Tugas Bupati Konawe Parinringi, Ketua DPRD Konawe Ardin, dan sejumlah kepala SKPD Kabupaten Konawe dan Provinsi Sultra.

MoU ditandatangani terkait pembagian serapan Tenaga Kerja Lokal (TKL) Konawe di perusahaan tersebut. Kesepakatannya, kecamatan yang berada di lingkar satu industri akan diberi jatah hingga 50 persen. Sedangkan pada lingkar dua dan tiga, masing-masing 30 dan 20 persen.

Sementara MoU bersama UHO sehubungan rencana kajian pemberian Corporate Social Responsibility (CSR). Sejauh ini pihak VDNI telah mengeluarkan CSR untuk masyarakat. Namun belum begitu terarah. Melalui kerja sama dengan UHO, diharapkan penyaluran CSR ke masyarakat bisa lebih terarah dan tepat sasaran.

Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi mengatakan, kunjungannya ke VDNI adalah ingin melihat progres pembangunan industri nikel tersebut. Keberadaan kawasan industri di Morosi juga salah satu dari program strategis nasional.

“Pemerintah siap beri suport (dukungan). Makanya harus ada komunikasi dan keterbukaan jika ada permasalahan,” ucapnya..

yamaha

Terkait TKL, Teguh juga memberikan penekanan khusus agar benar-benar diperhatikan pihak perusahaan. Karena hal tersebut juga akan berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat di sekitar tambang.

“Tadi ada penandatanganan MoU bersama camat. Nanti kita tinggal tunggu realitasnya saja,” terangnya.

General Manager PT VDNI, Rudi Rusmadi mengungkapkan jumlah TKL di VDNI per April mencapai 3.105 orang. Sementara tenagan kerja asing 449 orang.

Sejauh ini para TKL sudah banyak diberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan kerja. VDNI telah mengirim 80 TKL ke Cina selama 1 tahun. Ada juga training para pengawas operasional dan satpam.

“Saat ini 900 karyawan Indonesia di VDNI sudah bisa mengoperasikan proses produksi pabrik 1. Selain itu, khusus untuk tungku 5, karyawan Indonesia juga sudah bisa dilepas untuk mengoperasikannya,” tandasnya.

 

Laporan: Mas Jaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.