SULTRAKINI.COM: KENDARI - Warga net, khususnya pengguna facebook, dihebohkan unggahan video yang mengandung konten pornografi melalui akun facebook MWA (inisial-Red), seorang perempuan yang tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (5 November 2017).

Video Porno Tersiar di Facebook Seorang PNS Kota Kendari
Bagian dari adegan video porno di facebook ibu MWA yang telah dihapus.

Unggahan tersebut tak berlangsung lama. Kira-kira dua jam. Pantauan SultraKini.com melalui penelusuran akun facebook yang bersangkutan, sekitar pukul 10.00 Wita sudah dihapus, diganti dengan akun baru. Tinggal menggunakan dua suku kata dari tiga suku kata nama yang digunakan di facebook sebelumnya.

Hingga kini belum diketahui motif unggahan video berdurasi 8 menit dan 5 detik itu. Dalam video, terlihat adegan seorang perempuan berbaring, tubuhnya dililit selimut. Sementara di sudut kanan layar terlihat (maaf) “punya” lelaki dipegang-pegang, dielus-elus berulang-ulang. Dalam video itu, wajah lelakinya tidak terlihat. Sementara wajah perempuan terlihat jelas.

“Ibu MWA knapa kt buat malu diri sndri...,” komentar Alwien Shihab, seorang netizen menanggapi.

“Tdk bisa di hapus ka ini video...,” ujar netizen lainnya, Ichal Butur.

Lalu ditanggapi Vitrie Mimibarelly, “Gk bisa di hapus kalau bkn yg punya akun yang hapus.”

“Yang punya akun udah tak bisa masuk di akun fbx kasian.. mkx kak xxxxx tak bisa hapus video porno yg bukan dirix.. akun fbx kak xxxxx udah kendalikan sama setan IT,” jawab Agustina Arief Tosepu.

Dalam waktu singkat komentar yang rata-rata simpatik dengan pemilik akun sudah banyak. Termasuk seorang netizen menyarankan agar ramai-ramai melaporkan konten itu sebagai spam.

SultraKini.com membandingkan wajah perempuan dalam video tersebut dengan foto-foto pemilik akun. Mempunyai kemiripan, misalnya dilihat dari salah satu tahi lalat yang ada di wajahnya.

Kemungkinan besar, video itu direkam saat melakukan panggilan atau percakapan video (video call) dengan pemilik akun FB. Ini terlihat dari munculnya dua gambar dalam layar. Satu gambar adalah dari kamera si-lelaki dan gambar lainnya adalah dari kamera perempuan.

Hampir dipastikan, gambar yang terpublish itu adalah dari kamera laki-laki lawan bicara pada video call, namun dipublish melalui akun FB perempuan. Untuk mengungkap kejelasan semua itu, disarankan kepada WMA untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian, dan kepada pengguna media sosial agar lebih berhati-hati dan bijak dalam bermedsos.


Laporan : Frirac

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations