Virus Corona Tidak Menghambat Ekspor Antam ke China

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Wabah virus Corona berpotensi mempengaruhi perekonomian dunia, tidak terkecuali Indonesia. Penyebaran virus ini dikhawatirkan dapat menyebabkan perlambatan ekonomi nasional.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya perlambatan perdagangan antara Indonesia dan China yang disebabkan oleh masifnya larangan untuk bepergian dari dan ke beberapa kota di Provinsi Hubei, China dan penutupan sejumlah akses transportasi ke beberapa kota dari dan ke Provinsi Hubei, China.

Namun perlambatan perdagangan seperti ekspor hasil tambang dari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ke China dinilai Manager External Relation PT Antam Tbk, Pamiluddin Abdullah tidak terpengaruh.

“Penyebaran Virus Corona ini tidak mempengaruhi proses ekspor Antam ke berbagai negara termasuk China. Tiap penyaluran ekspor tidak ada kendala sama sekali,” ujar Pamiluddin, Selasa (4/2/2020) di Kota Kendari.

Sepanjang 2019, Antam telah memenuhi permintaan ekspor dari tiga negara yang memiliki kapasitas yang sangat besar terhadap permintaan feronikel. Negara yang menjadi tujuan besar ekspor, yakni China disusul India dan Korea.

Sementara untuk penyaluran ekspor di 2020, pihaknya tidak merasa khawatir dengan adanya virus Corona yang ada di China sebab penandatangan teken kerja sama ekspor telah dilaksanakan sebelum adanya virus mematikan tersebut.

“Tidak ada kekhawatiran ekspor, target produksi feronikel untuk ekspor tetap terpenuhi karena sudah kontrak, saat ini masih China yang menduduki ekspor tertinggi feronikel,” ucapnya.

Pamiluddin menyampaikan, tidak perlu ada kekhawatiran soal penyebaran virus Corona di wilayah tambang karena tenaga kerja di PT Antam Tbk banyak Warga Negara Indonesia (WNI), dan ada juga beberapa Warga Negara Asing (WNA) hanya sebagai karyawan yang dikontrak.

“Karyawan Antam dipastikan tidak terkena virus Corona karena saat ini tidak ada WNA, biasanya kalau ada WNA hanya dikontrak untuk melakukan pekerjaan sesuai keilmuanya yang tidak dimiliki oleh karyawan Antam,” tambahnya.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.