Wacana Penghapusan Tenaga Honorer, Ini Kata Wali Kota Kendari

SULTRAKINI. COM: KENDARI – Wacana penghapusan tenaga honorer oleh pemerintah pusat mulai menghantui para tenaga honorer di Indonesia, termasuk di Kota Kendari. Namun untuk di Kendari, nasib mereka masih akan dipertimbangkan kelanjutannya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan khusus di Kota Kendari kehadiran tenaga honorer ini sangat membantu dalam pemerintahan, tidak cukup hanya dengan tenaga ASN. Jadi masih tetap dibutuhkan.

“Saya berharap honorer ini masih tetap dibukakan ruang untuk pemerintah daerah, karena pengangkatan ASN sudah dialihkan di pusat, kalau honorer juga sudah tidak diizinkan bagaimana dengan nasib pemerintah daerah, jadi pelayanan kepada masyarakat akan terganggu,” kata Sulkarnain, saat ditemui di kegiatan BNNK Kendari, Kamis (23/1/2020).

Kendati proses itu tetap diberlakukan, dia berharap ada petunjuk teknis lain yang bisa dilakukan untuk tenaga honorer. Mengingat keberadaan jumlah tenaga honorer di Kota Kendari mencapai ribuan orang. Khusus tenaga honorer dibidang kebersihan Dia prediksi hampir 800 orang, belum lagi di tenaga kesatuan polisi pamong praja (Satpol PP).

Fortune

Untuk kelanjutannya itu, Sulkarnain akan melakukan koordinasi dan pembahasan bersama Asosiasi Pemerintah Kota Indonesia (Apeksi) guna membicarakan nasib tanaga honorer, kemudian dilanjutkan di pemerintah pusat.

“Jadi saya mengimbau pada tenaga honorer yang di lingkup pemerintah kota agar tidak usah khawatir dan tetap bekerja seperti biasa, mudah-mudahan setelah adanya pertemuan dan komunikasi itu bisa ada jalan keluar untuk honorer,” pungkasnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.