Wanita Katolik Sultra Komitmen Tangkal Korupsi dan Radikalisme

SULTRAKINI.COM: Wanita Katolik berkomitmen menangkal radikalisme, korupsi hinggga kerusakan lingkungan hidup. Komitmen itu disampaikan pada Konferda IV Pengurus Wanita Katolik RI DPD Sulawesi Tenggara, di Kendari, Sabtu (28/9/2019).

Ketua Presidium DPP Wanita Katolik, Justina Rostiawati mengatakan, tiga isu yang diusung yakni radikalisme, korupsi dan lingkungan hidup merupakan hasil kesepakatan di Kongres DPP Wanita Katolik. Ketiga hal tersebut berkaitan erat dengan gambaran gaya hidup atau karakter manusia dewasa ini.

“Terkait lingkungan hidup misalnya, semakin lama semakin rusak karena gaya hidup manusia, begitu juga dengan isu korupsi karena gaya hidup yang berlebihan makanya membutuhkan banyak uang sehingga semakin tidak puas, maka timbulah yang namanya korupsi,” kata Justina, di sela-sela Konferda.

Begitu pun dengan masalah fanatisme yang sekarang sudah mulai menggorogoti sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga wanita katolik turut andil mencegah dan menanggulangi masalah tersebut.

Pimpinan Gereja Pastor Vikop Sultra, Pastor Willibrodus Welle PR,  mengatakan agar terhindar radikalisme ini, pihaknya terus memberikan dukungan melalui pendampingan rohani pada seluruh wanita Katolik tanpa terkecuali.

“Meskipun pada umumnya organisasi masyarakat selalu mereka bicarakan di internal tetapi mereka (wanita Katolik) ini  selalu berkoordinasi dengan pimpinan gereja agar wanita-wanita yang bukan anggota wanita Katolik bisa dilibatkan dalam setiap kegiatan wanita Katolik,” ucapnya.

Ketua Presidium DPD Wanita Katolik Sultra, Bertha Budhi, mengatakan Konferda IV dilakukan dalam rangka melaporkan pertanggungjawaban program kerja yang sudah dilakukan pengurus periode 2014-2019, sekaligus untuk merumuskan program baru bersama ketua presidium baru yang terpilih dalam Konferda.

“Kita berharap tiga isu ini terkait radikalisme, korupsi dan kerusakan lingkungan hidup tentunya juga akan menjadi perhatian kita wanita katolik di Sultra, karena ini menjadi permasalahan krusial bangsa indonesia saat ini,” ungkapnya.

Laporan: Hasrul Tamrin 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.