Iklan Clarion

Wanita Tanpa Perisai

Oleh : Dewi Soviariani

Dari Rahim Demokrasi, telah melahirkan kesengsaraan tak henti terhadap perempuan. Hari ini upaya pembebasan terhadap wanita terus di suarakan terutama oleh aktivis Feminis dengan opini kesetaraan gender. Fakta yang terjadi bumingnya pelanggaran hak-hak perempuan, bahkan semakin hari semakin parah. Wanita terus menjadi objek komoditi dari rusaknya sistem hidup sekuler, mereka tak lagi berperan sesuai fitrahnya. keinginan untuk menyetarakan diri terhadap laki-laki, menjadi misi utama wanita hari ini, sehingga pada akhirnya menjadi ‘korban’ dari sisi hancurnya dunia dalam cengkraman Kapitalisme.

Proyek ini sesungguhnya tengah berjalan dan terus menggerogoti pemikiran para wanita dan merusak tatanan sosial secara berkesinambungan. Upaya-upaya untuk menyeret wanita karena public, memberdayakan perempuan dalam bidang ekonomi, telah menjadi senjata ampuh para pengusung ide feminis. Pada akhirnya tuntutan para wanita untuk, menyetarakan diri dengan laki-laki telah berjalan dan berdampak besar dengan menyumbang kehancuran terhadap generasi kedepan. Tak sedikit, wanita muslimah yang terlibat dengan pemikiran kufur ini. Setiap hari kita selalu dihidangkan menu-menu berita yang senantiasa menyajikan potret-potret buram yang model utamanya wanita. Penyiksaan tenaga kerja di luar negeri kerap kali terjadi. Seperti yang baru-baru ini terjadi, salah seorng TKW asal Medan, Adelina 21 thn, yang disiksa majikannya hingga disuruh tidur dengan anjing. TKW tersebut, bekerja di Malaysia dan pada akhirnya dia tewas setelah dibawah kesalah satu Rumah Sakit di sana. (TribunNews / Vika Widiastuti 13, feb 2018).

Lagi-lagi faktor ekonomi menjadi penyebab seorang wanita sebagai korban utama. Pemberdayaan wanita dalam ekonomi terus disuarakan, kemandirian financial wanita dalam program yang didukung pemerintahpun menjamur. Dari satu kasus ke kasus lain menjadi momok mengerikan, stres, depresi Kerap kali melekat pada wanita yang ‘terpaksa’ menjadi tulang punggung keluarga, mereka pada akhirnya harus mengorbankan diri dan melepaskan hak-hak nya tak sedikit juga yang akhirnya sampai menghilangkan nyawa buah hati akibat keputus asaan. Angka perceraian yang terus meningkat. Aborsi, pelacuran, sekali lagi wanitalah yang menjadi korban atas kekejaman ini.

Sebuah kebohongan besar jika pada tanggal 8 maret 2018 lalu diperingati sebagai hari wanita sedunia. Hingga detik ini pun tak pernah seorang wanita benar-benar terlindungi ketika mereka berada dalam wilayah kehidupan umum. Kampanye feminis wajib untuk di tolak oleh para wanita karena sejatinya mereka tidak memberi solusi yang sangat dibutuhkan untuk menjamin dan melindungi hak-hak wanita.

Wanita Butuh Perisai

Akar permasalahan semua yang mendera wanita saat ini adalah penerapan sistem Kapitalisme yang melahirkan kehidupan sekuler, memisahkan agama dari kehidupan kita, tidak bisa menutup mata dan melakukan pembinaan terhadap permasalahan ini. Semua yang diklaim oleh para aktivis feminis sesungguhnya adalah permasalahan umat yang menuntut lelaki atau wanita memberikan solusi terbaik dan hakiki. Tentunya solusi tersebut tidak akan pernah kita temukan selain dalam aturan yang berdasarkan bimbingan wahyu Illahi, aturan Allah SWT dalam mengatur sistem kehidupan secara individu, masyarakat maupun bernegara.

Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan bahwa peran utama wanita adalah menjaga generasi, yakni ibu dan meneger rumah tangga. sebuah peran yang sangat strategi dan politis bagi sebuah bangsa dan umat. Untuk itu Allah SWT menetapkan berbagai aturan yang menjaga kaum wanita serta menjaga kehormatan mereka sehingga posisi strategi itu dapat berjalan sebagaimana seharusnya.

Islam tidak mengekang dan memasung wanita sebagaimana tuduhan para feminis, Islam membuka ruang bagi kaum wanita untuk terlibat dalam kehidupan umum, berkiprah dalam aktivitas-aktivitas yang dibolehkan seperti berjual-beli, ataupun aktivitas yang menjadi kewajiban wanita yaitu menuntut ilmu dan berdakwah. tentunya hal ini harus berjalan sesuai ketentuan Syara.

Dalam bidang ekonomi,  wanita tak perlu lagi menanggung risiko besar seperti yang dialami wanita hari ini. Nyawa wanita begitu berharga, kehormatan wanita sangat mulia, pelecehan-pelecehan terhadap wanita, tak akan menjadi santapan umum. Kepemimpinan Islam akan menjadi perisai paling tangguh bagi wanita, kehormatan mereka benar-benar terjaga. Dan hal ini pernah terjadi pada masa kekhilafahan Islam, dimana ada seorang wanita Muslimah yang dinodai kehormatannya oleh orang yahudi Bani Qainuqa di Madinah. Nabi Salallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai kepala Negara melindunginya, menyatakan perang kepada mereka dan merekapun diusir dari Madinah selama 10 tahun. Tidak tanggung-tanggung perlindungan yang ditawarkan Islam untuk menjaga kemuliyaan wanita.

Demi suksesnya peran strategi wanita, Islam tak membebani mereka dengan tugas-tugas berat yang menyita tenaga, pikiran dan waktu seperti menjadi penguasa. Islam mewajibkan mereka mengontrol penguasa dan menjaga pelaksanaan syariat ditengah umat dengan aktifitas dakwah dan muhasabah, baik secara individu maupun Jamaah. Islam bahkan mewajibkan para penguasa menyediakan seluruh fasilitas yang menjamin pelaksanaan tugas mereka sebagai Ibu yang mencetak generasi pemimpin seperti halnya fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan hingga kaum wanita memiliki kecerdasan sebagai pendidik dan komunitas kesehatan yang mempunyai juga kewajiban menjamin keamanan bagi rakyat yang memungkinkan kaum perempuan bisa berkipra dalam ruang publik sesuai batasan syariat yang diberikan.

Sesungguhnya kehinaan yang menimpa kaum wanita dan umat Islam secara keseluruhan hari ini, tak perlu terjadi ketika aturan menjadikan mereka memiliki perisai kuat di Dunia dan akhirat digunakan sebagai solusi problematika hidup manusia, yang mampu memberikan penyelesaian yang sempurna dan memoleskan. Kalau bukan aturan Islam yang dipakai maka aturan apalagi yang menjadi solusi, telah terbukti keterbatasan akal manusia membuat aturan telah menjadikan wanita hidup tanpa perisai dan menjerumuskan mereka kedalam Neraka.

Ideologi Islam satu-satunya pemikiran sejati terbukti dalam sejarah peradaban dunia menaungi kehidupan dengan jaminan solusi bagi problematika hidup manusia. Umat Islam memiliki potensi sumber daya Alam dan sumber daya manusia yang melimpah ruah dan potensi kebangkitan Islam itu sangat besar untuk membebaskan wanita dari belenggu kezaliman.

 

Wallahu’alam bihissawab

 

(Aktivis Dakwah)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.