Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Poli-polia, Plt Bupati Koltim Tegaskan Bawahannya Bekerja Maksimal

SULTRAKINI.COM: KOLAKA TIMUR – Kepala Puskemas Poli-polia dan dokter jaga di Kecamatan Poli-polia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara diduga tidak becus dan abai kepada pasien yang hendak berobat.

Hal tersebut terungkap saat seorang pasien bernama Nurdin (70) yang berasal dari Desa Andowengga yang memiliki penyakit prostat datang ke puskesmas hendak melakukan prosedur pemasangan keteter, namun yang berjaga di puskesmas hanya sejumlah bidan, Jumat (28/5/2021).

“Saat tiba di Puskesmas untuk melakukan prosedur pemasangan kateter, kepala Puskesmas justru tidak ada ditempat, dokter jaga juga tidak stanbay, yang ada hanya bidan, mereka tentu saja tidak dapat melakukan penindakan,” kesal Adi Pratama, salah satu keluarga pasien yang mengantar langsung di Puskesmas.

Menanggapi bawahannya yang tidak maksimal dalam hal melakukan pelayanan, Plt Bupati Koltim Andi Merya Nur menegaskan dan meminta semua perangkat daerah harus maksimal dalam hal memberikan pelayanan pada masyarakat, tak terkecuali Puskesmas.

“Puskemas harus maksimal dalam pelayanan. Puskesmas fasilitas kesehatan terdekat yang dijangkau masyarakat jika sakit, Puskesmas juga adalah tempat tindakan awal jika masyarakat membutuhkan pelayanan medis, jadi petugas medis harus stand by,” tegasnya.

Andi Merya bilang, jika petugas kesehatan tidak becus dalam menjalankan tugasnya, lebih baik segera mengajukkan pengunduran diri saja, daripada lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara.

“Kalau tidak becus kerja, maka mundur saja, masih banyak petugas lain yang lebih kompeten,” katanya lagi.

Kepala Puskesmas Poli-polia, Firman saat dikonfirmasi mengatakan,  Puskesmas yang dipimpinnya telah  melakukan pelayananan secara maksimal, petugas jaga diatur sesuai jadwal piket masing-masing.

“Petugas kami tanggap jika ada pasien yang butuh pelayanan, saya tadi baru saja pulang ke rumah sebelum pasien datang, saya pulang sesuai jam pulang kantor,” ucapnya.

Lanjut dia, namun karena setelah mendapatkan informasi dari petugas piket ada pasien membutuhkan pelayanan, ia langsung bergerak kembali masuk kantor atau Puskesmas untuk memberikan pelayanan sesuai prosedur.

“Saya kembali menemui pasien di Puskesmas saat dihubungi petugas jaga, dan segera melakukan prosedur pemasangan kateter pada pasien.
Adapun dokter jaga yang tidak ditempat, dokter jaga izin pulang kampung ke Kolaka, setelah libur baru masuk,” tutupnya. (B)

Laporan: Hasrianty
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.