SUARA

Warga Konut Geger Soal Dukun Palsu

SULTRAKINI.COM: KONUT – Kabar dukun palsu tengah ramai dibahas warga di Kabupaten Konawe Utara. Dukun yang diketahui mampu mengobati orang sakit serta mengusir mahluk halus bak tim pemburu hantu ini diduga telah menipu warga dengan meminta sejumlah hingga jutaan rupiah uang atas jasanya itu.

Namun bukannya sembuh, beberapa warga yang sakit dan pernah diobati oleh sang dukun hingga saat ini tidak mengalami perkembangan kesehatan yang positif. Namun dukun tersebut kini tidak diketahui keberadaanya.

Diungkapkan Taiya, salah seorang warga Desa Tangguluri, Kecamatan Asera, Konut, dalam menjalankan aksinya Dukun tersebut memperlakukan pasien dengan cara yang aneh. Selain itu, sang dukun juga selelalu ditemani seorang gadis cantik.

“Ada kasian itu anak anak yang agak stres, dia obati dicelup kepalanya dalam wadah berisi air mantra sampai merah mukanya dan di taburi garam di sekeliling rumahnya karena ada katanya yang orang tua yang ganggu dia,” jelas Taiya.

Menyadari tidak ada perubahan atas kondisi warga setelah ditangani dukun tersebut, Warga pun mulai menyadai adanya penipuan yang dilakukan sang dukun. Menurut informasi warga menggunakan jasa sang dukun, membayar mahar sebesar Rp 350 ribu hingga Rp 2 juta.

Namun sayangnya, informasi atas identitas dukun tersebut sangat minim diketahui warga. Beberapa informasi yang tersebar menyebutkan dukun tersebut berasal dari Bulukumba. Dalam menjalankan aksinya untuk mencari pasien, dukun tersebut menggunakan mobil jenis Avansa berwarna hitam.

yamaha

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Desa Tapuwatu, Ahmad, bahwa desanya pernah disambangi sang dukun yang menggunakan mobil berwarna hitam.

Sementara itu, warga lainnya menuturkan pada SULTRAKINI.COM, dukun tersebut mendatangi semua desa di Konut untuk mencari warga yang sakit. Selanjutnya dukun menjanjikan penyembuhan segala penyakit. Dari ciri yang diketahui warga yakni mobil Avansa berwarna hitam. Selain itu,  dukun tersebut menggunakan anting anting dengan badan kekar kulit berwarna hitam.

  

Dikonfirmasi atas hal ini, Kepala Kepolisisan Sektor (Polsek) Asera Muhammad Basir mengungkapkan belum menerima menerima laporan masyarakat atas dugaan penipuan tersebut. “Sejauh ini Belum ada laporan dari masyarakat,” ungkapnya.

Namun berdasarkan informasi yang berkembang, mantan Kasat Intel Polres Konawe ini, bakal melakukan penyelidikan guna mengumpulkan informasi. “kita akan selidiki informasi tersebut,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi hal ini terulang kembali, Kapolsek Asera menghimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai orang yang tidak diketahui asal usulnya. “Jika ada orang yang tidak di kenal dan mencurigan agar cepat berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.