SUARA

Warga Minta Gubernur Perbaiki Jalan Sampara–Landono

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemantauan pembangunan jembatan bailey di Desa Rawua, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi, dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluhan.

Perwakilan warga Desa Rawua yang menyampaikan langsung keluhannya tersebut adalah Asbar Tombili (51). Di depan Gubernur Sultra, ia menyampaikan agar pengerjaan jalan alternatif dari Desa Rawua Kecamatan sampai Sampara–Desa Endanga Kecamatan Landono, segera diperbaiki.

“Mewakili semua warga Kelurahan Rawua, kami minta kepada gubernur agar secepatnya mengantisipasi dan mengambil tindakan lebih cepat agar jalan alternatif yang tembus di Abeli Dalam digusur supaya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” tuturnya saat ditemui di Desa Rawua, Jumat (19/7/2019).

Di jalan alternatif tersebut lanjutnya, masyarakat mengeluhkan licinnya jalan, akibat longsor. Inilah yang diminta masyarakat agar segerah diperbaiki sehingga bisa dilewati kendaraan.

“Jalannya alternatif ini panjangnya sekitar 6,5 Km. Tapi saat ini licin karena longsor, itulah yang kami minta pada gunernur agar jalan ini segera digusur, supaya kendaraan bisa melewatinya. Aktifitas masyarakat sangat terganggu, karena aktifitas kami banyak ke Kendari,” tuturnya.

yamaha

Menanggapi permintaan warga Desa Rawua, Ali Mazi berjanji akan memperbaiki jalan alternatif yang berada di Kecamatan Landono tersebut. Pihaknya bersama instansi terkait akan rapat bersama untuk membahas penyelesaian kerusakan jalan tersebut.

“Saya pernah lewat di situ, itu jalur alternarif cukup pendek juga tidak begitu jauh hanya 6,5 kilometer. Karena lewat diatas gunung sehingga gunung itu harus digusur dan beberapa jalur yang perlu diperbaiki,” ucapnya.

Diketahui, kunjungan Ali Mazi di Desa Rawua tersebut untuk memastikan penanganan Jalan Trans Sulawesi yang putus akibat longsor beberapa hari yang lalu.

Saat ini, jalan nasional yang menghubungkan Kota Kendari dengan beberapa kabupaten dan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah tersebut resmi ditutup oleh Balai Jalan Wilayah IV Sulawesi, karena adanya pembangunan jembatan. Akibatnya, jalan tersebut ditutup hingga 2 minggu ke depan.

Laporan: La Niati
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.