Warganya Disandera Abu Sayyaf, Bupati Wakatobi Kirimkan Tim Ke Kemenlu

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Keluarga korban sandera Abu Sayyaf mendatangi Bupati Wakatobi, Arhawi, Senin (20/1/2020). Mereka meminta agar pemerintah dapat segera mengupayakan pembebasan para sandera terutama, Moh. Khairuddin yang masih dibawa umur.

“Kami datang mengadu ke pak bupati agar, pemerintah dapat segera mengupayakan proses pembebasan sandera, terutama keponakan saya (Moh. Khairuddin) yang masih berumur 13 tahun,” kata keluarga korban La Sambo.

Ia berharap, pemerintah daerah maupun pusat bisa segera mengupayakan keponakannya pulang dengan selamat.

Sementara itu Bupati Wakatobi Arhawi mengatakan, sejak ia mendapatkan informasi terkait adanya warga Wakatobi yang disandera, ia langsung mengintruksikan Kesbangpol Wakatobi untuk mengambil langkah identifikasi.

“Setelah kami lakukan identifikasi ada tiga warga Wakatobi yang di sandera. Tanpa bapak-bapak datang, saya tetap akan berupaya agar warga kita ini bisa segera dibebaskan,” ungkapnya.

Kampus

Lanjutnya, setelah dilakukan identifikasi ini, ia akan mengirim tim ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), agar segera dilakukan langkah-langkah negosiasi ke kelompok Abu Sayyaf dan Pemerintah Filipina, untuk pembebasan para sandera.

Ia pun turut berduka dengan adanya warga Wakatobi yang menjadi korban penyanderaan.

Ia mengimbau kepada WNI terutama asal Wakatobi agar berhati-hati saat melaut diperairan Malaysia dan Filipina, karena rawan penyanderaan.

Untuk diketahui ada sembilan WNI yang ditangkap, namun tiga di antaranya dibebaskan bersama kapalnya, yaitu Abdul Latif (37), Daeng Akbal (20), dan Pian bin Janiru (36). Sementara enam rekannya yang diculik yakni Moh. Khairuddin (13), Arsyad bin Dahlan (42) selaku juragan, Arizal Kastamiran (29), La Baa (32), Riswanto bin Hayono (27), dan Edi bin Lawalopo (53).

Diantara enam WNI yang masih disandera, tiga diantaranya warga Wakatobi yaitu, Moh. Khairuddin, Arizal Kastamiran, dan Arsyad bin Dahlan.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.