Iklan Clarion

Waspadai 12 Titik Rawan Bencana di Jalur Mudik Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara, mencatat sedikitnya ada 12 titik rawan bencana di Jalur mudik, yang tersebar di 5 Kabupaten dan Kota se- Sultra.

Bagi pengguna transportasi darat, hendaknya lebih waspada saat melewati titik rawan bencana tersebut, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Sehingga dapat mudik dan berkumpul dengan keluarga untuk merayakan lebaran dengan selamat.

Titik rawan bencana tersebut yakni, untuk di kabupaten Kolaka, terdapat sejumlah jalur yang tercatat rawan longsor, karena kontur tanah yang bertebing dan relatif labil, antara lain di Jalan Poros Kolaka Kendari dari Kilometer 16 sampai Km 25, Jalan Poros Kolaka Kendari dari Kilometer 35 sampai 45.

Tak hanya bencana longsor, pohon tumbang juga patut di waspadai saat hendak mudik melewati jalur kolaka khususnya di jalan Poros Kolaka Kolaka Utara dari Kilometer 35 sampai 85.

Selain itu, terdapat juga titik rawan banjir pada jalur Poros Kolaka Kolaka Utara yakni di Desa Tosiba, Kecamatan Samaturu. Di area ini konturnya memang berupa dataran yang cukup rendah dengan sanitasi yang kurang lancar.

Untuk daerah Kabupaten Konawe, titik rawan bencana terdapat di wilayah Desa Silea, Kecamatan Sampara Gunung dan Kelurahan Puriala di Kecamatan Puriala. Di daerah ini tercatat rawan longsor, pohon tumbang, dan sering banjir, khususnya saat musim hujan dan angin.

Sementara itu untuk jalur mudik yang rawan bencana di daerah Kabupaten Kolaka Utara, yakni terdapat di Dusun Balimbing, Desa Rante Limbong, Kecamatan Lasusua. Di area ini rawan tanah longsor dan pohon tumbang, karena kontur tanah yang labil.

Di derah kabupaten Konawe Selatan, tercatat area yang dilewati pemudik rawan bencana alam, yakni di Desa Aduna dan Desa Ambesea, Kecamatan Laeya. Di daerah ini memang termasuk area rawan banjur karena meluapnya sunga laeya, juga tanah longsor di musim penghujan.

Selain itu, titik rawan lainnya yakni di Konsel yakni di Desa Lamooso, Kecamatan Angata dan Desa Roraya, Kecamatan Andoolo. Di kedua daerah ini tercatat kerap banjir saat hujan datang.

Untuk daerah kepulauan, tepatnya di Kabupaten Buton, jalur mudik yang tercatat rawan bencana yakni jalan Poros Baubau Kapontori, tepatnya di Desa Lambusango, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton.

Beberapa daerah ini memang tercatat kerap terjadi longsor pada bahu jalan, karena tanahnya yang cukup labil. Selain itu, juga kerap terjadi angin puting beliung.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.