Iklan Clarion

Wow, BukaLapak Klaim Kantongi Laba 20 Miliar Per Bulan

SULTRAKINI.COM:Spekulasi mengenai berapa laba BukaLapak setiap bulannya terjawab sudah. Achmad Zaky, founder sekaligus CEO BukaLapak.com akhirnya buka suara mengenai dapur perusahaannya. Menurut Zaky, di tahun 2017 ini, perusahaan yang sudah eksis sejak tujuh tahun lalu ini berhasil mengumpulkan laba sebesar Rp 20 miliar per bulannya.

“Saya sering ditanya soal revenue. Itu selalu masuk dalam daftar FAQ (frequently asked questions). Tahun ini kita bisa hit revenue bersih Rp 20 miliar sebulan,” kata Zaky, seraya menegaskan nilai tersebut menunjukkan pertumbuhan yang baik.

Zaky memaparkan, pendapatan tersebut tumbuh empat sampai lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun dulu, BukaLapak gencar mempromosikan merek, sehingga pendapatan yang direngkuh tak maksimal karena harus dibarengi dengan biaya iklan dan promosi-promosi lainnya.

Untuk saat ini, promosi dan branding yang luas adalah suatu keharusan bagi BukaLapak dalam pertarungan bisnis dengan e-commerce lain, sebut saja kompetitor langsungnya Tokopedia, Lazada yang didukung oleh Alibaba, lalu dengan Blibli yang ditopang pendanaannya oleh Grup Djarum. “Kami harus kreatif mencari ide promosi dan marketing yang unik agar mengena di publik,” jelas Zaky.

Sekedar informasi, BukaLapak, yang mendapat dukungan pendanaan dari Emtek Group, sepanjang tahun 2016 lalu berhasil mencetak nilai transaksi harian sebesar Rp 50 miliar. Nilai transaksi ini tumbuh pesat dibandingkan 2014 yang hanya Rp 500 juta dan Rp 7 miliar pada 2015.

“Saya sering ditanya soal revenue. Itu selalu masuk dalam daftar FAQ (frequently asked questions). Tahun ini kita bisa hit revenue bersih Rp 20 miliar sebulan,” kata Zaky, seraya menegaskan nilai tersebut menunjukkan pertumbuhan yang baik.

Zaky memaparkan, pendapatan tersebut tumbuh empat sampai lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun dulu, BukaLapak gencar mempromosikan merek, sehingga pendapatan yang direngkuh tak maksimal karena harus dibarengi dengan biaya iklan dan promosi-promosi lainnya.

Untuk saat ini, promosi dan branding yang luas adalah suatu keharusan bagi BukaLapak dalam pertarungan bisnis dengan e-commerce lain, sebut saja kompetitor langsungnya Tokopedia, Lazada yang didukung oleh Alibaba, lalu dengan Blibli yang ditopang pendanaannya oleh Grup Djarum. “Kami harus kreatif mencari ide promosi dan marketing yang unik agar mengena di publik,” jelas Zaky.

Sekedar informasi, BukaLapak, yang mendapat dukungan pendanaan dari Emtek Group, sepanjang tahun 2016 lalu berhasil mencetak nilai transaksi harian sebesar Rp 50 miliar. Nilai transaksi ini tumbuh pesat dibandingkan 2014 yang hanya Rp 500 juta dan Rp 7 miliar pada 2015.

bisnis update.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.