Zayat Deklarasi Cawali, Didukung Gubernur dan Warga Kendari

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sejumlah bakal calon Walikota Kendari telah menyatakan diri siap bertarung. Namun sejauh ini, belum ada satupun balon yang secara terbuka mendeklarasikan diri siap bertarung di Pilwali 2017 nanti.Hingga Minggu (20/3/2016), Muhammad Zayat Kaimoedin secara resmi melakukan deklarasi terbuka di hadapan sekitar 2000 warga Kota Kendari di kawasan MTQ Square Kendari sebagai calon Walikota Periode 2017-2022. Acara ini dimeriahkan artis dangdut Melinda, Kiki Amalia serta Lia Waode.Menurut pria yang kini tengah menjabat Pj Bupati Muna itu, tampilnya di pertarungan Walikota Kendari sudah direstui orang-orang terdekat. Bahkan ia sudah meminta restu kepada atasannya, Gubernur Sultra Nur Alam dan Sekda Provinsi Lukman Abunawas. Zayat pun menyatakan siap mundur dari Pegawai Negeri Sipil.“Kesiapan saya untuk maju itu artinya saya juga sudah siap untuk mundur dari PNS karena ini masalah pilihan dan saya sudah memilih,” ujarnya.Putra mantan Gubernur Sultra La Ode Kaimoedin itu juga telah mendaftarkan diri di sejumlah partai politik, untuk meminta dukungan. Diantaranya PDIP, Golkar dan Nasdem.Meski demikian, menurutnya partai bukan satu-satunya syarat utama yang harus dipenuhi dalam pertarungan calon walikota. Dukungan masyarakat lebih penting dalam pertarungan nanti.“Kekuatan saya yang sebenarnya itu sebenarnya pada dukungan masyarakat, kalau masalah partai itu nanti urusan saya,” ujar pria yang akrab disapa Derik ini.Kemunculan Derik yang langsung melakukan deklarasi terbuka ini, seolah menantang calon lainnya untuk terjun ke pertarungan. Mereka yang sudah bersosialisasi jauh sebelum Derik muncul, diantaranya Ishak Ismail, Andi Muzakkir Mustafa, Abdul Razak, Musadar Mappasomba, Adriatma Dwi Putra, Amarullah, Yani Kasim dan lainnya, belum berani mendeklarasikan diri. Para balon itu baru sebatas mewacanakan diri di hadapan warga Kendari.Seorang warga Kendari, Ape kepada SULTRAKINI.COM mengaku mendukung Derik karena kemampuannya. Selain itu, Derik juga menyatukan semua golongan dan suku yang ada di Kota Kendari. Sebab beberapa suku yang mayoritas mendiami ibukota Provinsi Sultra ini, dirangkul olehnya.\”Dia sendiri orang Muna, istrinya turunan Bugis dan Tolaki, jadi dia ini pemersatu semua golongan,\” kata wanita yang berdomisili di Kadia ini.Sementara salah satu warga Kabupaten Muna yang berkunjung ke Kendari mengungkapkan, selama menjabat Pj Bupati Muna, Derik tampak sungguh-sungguh bekerja.\”Iya saya kira pak Zayat ini bagus. Karena dia menjabat pelaksana (Pj Bupati) di Muna saja beberapa bulan, sudah kelihatan yang dia lakukan. Padahal dia hanya pelaksana disana,\” kata Tasma.(B)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.