Besi dan Baja Pengaruhi Anjloknya Ekspor Sultra pada Januari 2022

  • Bagikan
Kondisi komoditas ekspor Sultra.

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ekspor besi dan baja di Provinsi Sulawesi Tenggara pada Januari 2022 sebesar US$151,16 juta atau minus 27,56 persen dibanding Desember 2021 dari US$548,58 juta menjadi US$397,42.

Penurunan ekspor dari komoditas tersebut memicu nilai dan volume ekspor di Sultra pada Januari 2022 menurun. Hal ini disampaikan Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sultra, Surianti Toar.

Berdasarkan data BPS Sultra, nilai ekspor melandai 27,91 persen dari US$555,10 juta pada Desember 2021 menjadi US$400,19 juta pada Januari 2022. Begitupun volume ikut anjlok sebesar 37,47 persen dari 299,88 ribu ton menjadi 187,52 ribu ton.

Selanjutnya, turunnya nilai ekspor Sultra pada Januari 2021 disebabkan komoditas ikan dan udang pada posisi kedua dengan nilai US$2,70 juta atau turun -34,66 persen dan komoditas biji-bijian berminyak dengan nilai US$0,04 juta atau melandai -77,41 persen dibanding Desember 2021.

Surianti Toar menyampaikan, melandainya ekspor Sultra juga dipengaruhi turunnya nilai ekspor ke negara tujuan utama, yaitu Tiongkok US$160,74 juta atau -30,71 persen, diikuti Amerika Serikat US$1,38 juta atau -38,74 persen. Namun ekspor ke India naik senilai US$9,18 juta (35,86 persen).

“Pada periode Januari 2022, meskipun Tiongkok nilai ekspornya anjlok tapi tetap merupakan negara tujuan yang memiliki peranan terbesar, yaitu 90,61 persen dan komoditas utama diekspor ke Tiongkok pada periode tersebut adalah besi/baja,” jelasnya, Selasa (1 Maret 2022).

Baca:   Kecelakaan Lalu Lintas di Sultra Meningkat, Klaim Santunan Jasa Raharja Mencapai 11,6 Miliar

Kemudian negara tujuan utama kedua dengan peranan terbesar ekspor Sultra pada Januari 2022, yaitu India 8,69 persen dan Amerika Serikat 0,55 persen.

Secara keseluruhan pada periode Januari 2022, negara tujuan ekspor Sultra, yaitu Tiongkok, India, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia masing-masing senilai US$362,62 juta, US$34,79 juta, US$2,18 juta, US$0,21 juta, dan US$0,15 juta. Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,94 persen dari total ekspor Sultra.

Adapun total ekspor Sultra didominasi oleh sektor industri pengolahan US$400,07 juta (99,97 persen) dan sisanya sektor pertanian US$0,12 juta (0,03 persen).

“Dibandingkan dengan Desember 2021, ekspor industri pengolahan Sultra pada Januari 2022 turun 27,70 persen, sementara ekspor pertanian turun 58,18 persen,” terang Surianti. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan