SULTRAKINI.COM: KENDARI-Sultra Maimo Sharia Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi ekonomi syariah, tetapi juga momentum percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di Sulawesi Tenggara.
Kegiatan yang digelar oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Provinsi Sultra ini menghadirkan berbagai program untuk meningkatkan literasi digital dan inklusi keuangan masyarakat.
Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami mendorong perluasan penggunaan QRIS serta meningkatkan literasi masyarakat terkait transaksi digital dan pelindungan konsumen,” jelasnya.
Selain itu, berbagai talkshow interaktif juga digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi digital dan keuangan syariah.
Upaya ini dinilai penting mengingat masih terdapat kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,42%, sementara inklusinya masih berada di angka 13,41%.
Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, ekonomi Indonesia sendiri tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan mencapai 5,11% pada 2025 dan diproyeksikan berada di kisaran 4,9% hingga 5,7% pada 2026.
Melalui sinergi berbagai pihak, Edwin berharap Sultra Maimo Sharia Fest 2026 mampu mempercepat transformasi digital sekaligus memperluas akses keuangan syariah bagi masyarakat, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Laporan: Riswan












