BI Sultra: Pertumbuhan Ekonomi 2022 di Sultra Masih Tren Pemulihan

  • Bagikan
Deputi Kepala Perwakilan-Tim Perumusan dan Implementasi Kebijakan dan Keuangan Daerah Bank Indonesia (BI) Sultra, Taufik Ariesta Ardhiawan (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM) 

SULTRAKINI.COM: KENDARI Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 2022 diperkirakan masih melanjutkan tren pemulihannya. Berdasarkan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi, normalisasi aktivitas masyarakat, peningkatan aktivitas industri yang disertai bertambahnya pelaku usaha.

Diikuti membaiknya distribusi yang dapat menjadi motor utama perekonomian Sultra tahun depan. Meskipun demikian, ketidakpastian global terutama kondisi ekonomi mitra dagang utama perlu menjadi perhatian.

Deputi Kepala Perwakilan-Tim Perumusan dan Implementasi Kebijakan dan Keuangan Daerah Bank Indonesia (BI) Sultra, Taufik Ariesta Ardhiawan, mengatakan olehnya itu dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan dalan hal berlanjutnya pemulihan ekonomi ini, dengan mendorong sinergi untuk perekonomian Sultra ke level yang lebih tinggi. 

“Hilirisasi yang sudah dilakukan untuk beberapa komoditas adalah hal yang baik yang perlu terus didorong dan diperluas sehingga memberikan nilai tambah secara optimal,” kata Taufik, Rabu (24/11/2021).

Menurut Taufik, sinergi juga diperlukan untuk mendorong kinerja sektor pertanian, perkebunan dan perikanan dengan mengedepankan peningkatan nilai tambah yang berkelanjutan. 

Selain itu, potensi pariwisata yang dimiliki juga dapat dimaksimalkan kembali dengan perencanaan yang matang sehingga dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat secara luas.

Seiring dengan aktivitas perekonomian yang mengalami peningkatan, BI Sultra memperkirakan tekanan inflasi di Sultra juga akan mengalami peningkatan. 

Baca:   Bangkitkan Pariwisata Potensial di Sultra, BI Perkuat Pesona Labengki dan Tanjung Malaha

“Meskipun demikian, tekanan inflasi diperkirakan masih berada dalam target sasaran inflasi nasional yang sebesar 3,0 persen + 1,0 persen,” ujarnya.

Sementara itu, pada 2021 ini, dengan mencermati dinamika perkembangan ekonomi terkini, BI Sultra juga memperkirakan  perekonomian Sultra akan tumbuh positif, lebih tinggi dibanding tahun 2020. Kondisi perekonomian global yang membaik didukung oleh aktivitas masyarakat serta peningkatan konsumsi pemerintah dan investasi menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Sultra

“Namun kami perlu menyampaikan bahwa kunci dari pemulihan ekonomi adalah peningkatan aktivitas masyarakat dan dunia usaha yang sangat tergantung pada penanganan dari sisi kesehatan,” ungkapnya.

Selanjutnya untuk tekanan inflasi 2021 diperkirakan berada pada level yang rendah dan terjaga. Dengan tren pemulihan daya beli masyarakat, kami memperkirakan capaian inflasi Sulawesi Tenggara pada tahun 2021 berada pada rentang capaian inflasi nasional yang sebesar 3,0 persen + 1,0 persen. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan