BKPP Mubar Siapkan Sesi Wawancara pada Tes CPNS 2021

  • Bagikan
Kepala BKPP Mubar, La Ode Mahajaya (Foto: Hasan Jufri/SULTRAKINI.COM)
Kepala BKPP Mubar, La Ode Mahajaya (Foto: Hasan Jufri/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: MUBAR – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara akan berbeda dengan tahun sebelumnya.

Jika ditahun sebelumnya hanya menjalani Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), maka di tahun 2021 ini, pemerintah daerah (Pemda) melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) bakal memberlakukan tes wawancara.

Ini dilakukan semata-mata hanya untuk menguji integritas dan loyalitas para pelamar terhadap pengabdian menjadi birokrat di Mubar.

“Kita akan tambahkan tes wawancara, ini kita lakukan guna menguji integritas, loyalitas terhadap daerah, kalau rusak mentalnya kita gugurkan saja,” ungkap La Ode Mahajaya, Kepala BKPP Mubar, Rabu (25 Agustus 2021).

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, setelah mendapatkan Nomor Induk Kepegawaian (NIK), CPNS kemudian mengajukan pindah tugas ke daerah lain. Padahal, dibukanya formasi CPNS, lantaran daerah membutuhkan mereka untuk mengabdi pada masyarakat.

“Kita membuka penerimaan, karena kita kekurangan SDM. Jangan, karena sudah lulus lalu minta pulang kampung” tambahnya.

Oleh karena itu katanya, untuk mengantisipasi terjadinya pindah tugas setelah lulus jadi PNS maka ditambahkan tes wawancara.

“Kita butuhkan mereka, kita sudah biayai lalu mereka minta pindah kemudian tidak loyal terhadap daerah, makanya kita akan wawancara,” ulangnya menegaskan.

Baca:   Komisi I DPRD Kolaka Pesimis Porprov Terselenggara Desember 2018

Sementara itu untuk formasi P3K, katanya tidak menjadi soal. Sebab, pengabdian mereka berdasarkan kontrak kerja. Sehingga, jika pindah tugas, maka cuma dilakukan putus kontrak.

“Kalau P3K tidak masalah, kalau mau pindah tinggal kita putuskan kontraknya,” tutupnya.

Berdasarkan data pelamar, peserta CPNS yang dinyatakan lulus berkas atau administrasi di Muna Barat sebanyak 4.009 orang formasi umum atau tenaga teknis serta 40 peserta P3K non guru. Mereka, saat ini, menunggu jadwal tes dari panitia seleksi nasional atau Panselnas. (B)

Laporan: Hasan Jufri
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan