BP Jamsostek Beri Bantuan Paket Sembako untuk Lansia yang Divaksin

  • Bagikan
Kepala BP Jamsostek Cabang Sultra, Minarni Lukman menyerahkan bantuan paket sembako ke Dinas Kesehatan Kota Kendari (Foto: Ist)
Kepala BP Jamsostek Cabang Sultra, Minarni Lukman menyerahkan bantuan paket sembako ke Dinas Kesehatan Kota Kendari (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI BPJS Ketenagakerjaan atau yang lebih akrab dipanggil dengan BPJAMSOSTEK menyerahkan paket bantuan sembako bagi lansia di Dinas Kesehatan Kota Kendari, Selasa (23/3/2021).

Bantuan paket sembako tersebut bertujuan untuk menyukseskan program vaksinasi bagi lansia se- Kota Kendari.

Kepala BP Jamsostek Cabang Sultra, Minarni Lukman, mengatakan pemberian paket bantuan sembako yang diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Kendari berjumlah 250 paket yang terdiri dari minyak goreng dan susu kental manis.

“Paket – paket sembako tersebut akan disalurkan oleh Dinas Kesehatan Kota Kendari kepada lansia yang telah melakukan vaksin yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 – 27 Maret 2021,” ujar Minarni.

Minarni Lukman berharap bantuan yang diberikan bisa menjadi daya tarik magnet tersendiri agar para lansia ingin melakukan vaksin.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Harapannya, apa yang telah kita usahakan bersama dalam sinergitas penanganan Covid-19 hari ini dapat maksimal dan efektif,” tutupnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, dr Rahminingrum, mengaku sangat mengapresiasi pemberian bantuan sembako ini. Menurutnya, sembako yang diserahkan hari ini merupakan sinergitas antar lembaga dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Kami juga berharap hasil sinergitas kami hari ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi lansia untuk melakukan vaksin,” tuturnya.

Baca:   Tamalaki Wonua Ndolaki Donasikan 9,4 Juta Bantu Korban Gempa Sulbar

Kata Rahminingrum, seiring dengan selesainya pemberian vaksin tahap pertama kepada Tenaga Kesehatan (Nakes), Pemerintah kota juga sedang mengupayakan agar vaksinasi dilakukan pada Lansia dan ini sementara berjalan.

“Lansia merupakan salah satu kategori yang masuk dalam tahap kedua dalam prioritas pemberian vaksin dikarenakan memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi fatal saat terpapar virus Covid-19,” pungkasnya.

Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan