BP Jamsostek Hormati Putusan MK, Fokus Kejar Perluasan Kepesertaan

  • Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi

SULTRAKINI.COM: KENDARI Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengeluarkan putusan yang membatalkan pengalihan program Tabungan Hari Tua (THT) dan Pensiun untuk ASN dan TNI/Polri dari PT Taspen (Persero) dan PT Asabri (Persero) ke BP Jamsostek.

Direktur Utama BP Jamsostek, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan sebagai pihak terkait, instansinya menghormati dan menerima putusan tersebut.

“Sebagai badan hukum publik, semua kegiatan operasional BP Jamsostek tentunya berdasar pada regulasi, termasuk perubahannya, seperti putusan MK ini,” jelas Anggoro, dikutip dari Pres Rilis Humas BP Jamsostek, Rabu (13/10/2021).

Menurut dia, sesuai undang-undang sistem jaminan sosial nasional (SJSN) dan undang-undang badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) dan regulasi pendukung lain seperti Perpres 109 tahun 2013 dan Inpres No 2 tahun 2021, BP Jamsostek tetap fokus meningkatkan kinerja.

“Kami tetap fokus berupaya memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) kepada seluruh pekerja di luar kategori ASN dan TNI/Polri, termasuk di antaranya pegawai swasta, BUMN, pekerja informal, pekerja migran, pekerja sektor jasa konstruksi dan p, nmegawai Non ASN,” terang Anggoro.

Perlindungan Jamsostek yang dilaksanakan tersebut terdiri atas program jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), jaminan kematian (JKM) dan yang terakhir jaminan kehilangan pekerjaan (JKP).

Baca:   BP Jamsostek Sultra Akan Roadshow se- Sultra, Ini Agendanya

Anggoro menambahkan, salah satu upaya pihaknya dalam memperluas kepesertaan adalah terus mengedukasi pekerja, pemberi kerja, dan stakeholder lainnya bahwa manfaat program Jamsostek sangat baik dan lengkap.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Contoh manfaat tersebut antara lain, perawatan dan pengobatan bagi korban kecelakaan kerja tanpa batasan biaya untuk peserta JKK,  manfaat beasiswa hingga Rp174 Juta pada program JKK dan JKM, santunan kematian sejumlah Rp42 juta pada program JKM, hingga  manfaat hasil pengembangan JHT di atas bunga deposito bank pemerintah. Semua bentuk perlindungan itu dapat diraih dengan iuran yang sangat ringan,” jelas Anggoro

Anggoro juga menekankan pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan, yang telah menjangkau seluruh Indonesia melalui sebaran 325 kantor cabang, ditambah layanan online melalui website dan aplikasi JMO.

Anggoro mengharapkan dengan putusan MK ini, semua pihak terkait dapat melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing agar pekerja Indonesia mendapatkan perlindungan jaminan sosial sesuai haknya sebagai pekerja, dan sebagai warga negara indonesia.

Di kesempatan yang berbeda, Kepala BP Jamsostek Sulawesi Tenggara, Minarni Lukman mengatakan sangat menghormati dan menerima putusan Mahkamah Konstitusi tersebut.

“Sejalan dengan pernyataan Direktur Utama BP Jamsostek, dengan adanya putusan MK tersebut, setiap pihak dapat kembali fokus menjalankan fungsinya masing-masing. Termasuk kami BP Jamsostek di daerah tetap fokus untuk meningkatkan akuisisi perlindungan dan layanan terbaik bagi seluruh pekerja, khususnya yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara,” tutupnya.

Baca:   Pemkot Kendari akan Gelar MTQ XXVIII

Laporan: Hasrul Tamrin

  • Bagikan