BP2MI Sultra Sosialisasi pada Alumni Stikes Kendari Peluang Kerja Luar Negeri

  • Bagikan
Sosialisasi peluang kerja ke luar negeri BP2MI Sultra kepada Alumni Stikes Karya Kesehatan Kendari, Sabtu (20/11/2021) (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)
Sosialisasi peluang kerja ke luar negeri BP2MI Sultra kepada Alumni Stikes Karya Kesehatan Kendari, Sabtu (20/11/2021) (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan kegiatan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri kepada sejumlah alumni mahasiswa Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Karya Kesehatan Kendari, Sabtu (20/11/2021). 

Penanggungjawab Kelembagaan dan Pemasyarakatan Program BP2MI Sultra, Wa Ode Sri Wahyuni menuturkan sosialisasi yang dilakukan guna memberikan pemahaman dan informasi peluang kerja kepada alumni Stikes Kendari yang berminat untuk kerja di luar negeri. 

Kata dia, mengingat juga ada beberapa pola kerjasama yang dilakukan pemerintah Indonesia di bidang kesehatan dengan beberapa negara lain seperti Jepang dan Jerman melalui program Government to Government (G to G) yang dilakukan sebelumnya dan rencananya akan dilakukan juga di tahun depan. 

“Target sosialisasi kami adalah usia produktif yang bisa diserap dunia kerja luar negeri utamanya di bidang tenaga kesehatan. Mengingat di awal 2022 mendatang penerimaan tenaga kerja perawat di Negara Jepang,” jelas Wahyuni, Sabtu (20/11/2021). 

Lebih lanjut, dia menjelaskan, kerjasama dengan pemerintah Jepang akan dilakukan dengan rentang waktu Februari hingga Mei 2022 mendatang. 

Sebelumnya, BP2MI Sultra juga melakukan sosialisasi program G to G di Universitas Mandala Waluya Kendari pada September lalu. Kemudian, hasilnya adalah menjaring 2 alumni kesehatan untuk penempatan kerja di Jerman. 

Baca:   Standar Diagnosa Keperawatan Terbaru Diperkenalkan di Kendari Melalui Workshop

Keduanya yakni Andi Sarmawan dan Najir. Saat ini, mereka akan melakukan sesi wawancara pada 2 Desember dengan pihak pemerintah Jerman dan apabila dinyatakan lulus dan siap, maka langsung bekerja disana dengan gaji awal diatas Rp30 juta. 

“Tentunya informasi tersebut kami bagi disini (Stikes Karya Kesehatan) biar meningkatkan animo para alumni sehingga pandangan mereka terbuka. Jadi, kami tidak mendorong mereka semua untuk bekerja di luar negeri tetapi hanya mereka yang memiliki minat dan kemampuan dan memang ada peluang, kenapa tidak untuk memanfaatkan momen ini,” terang Wahyuni. 

Dia berharap, dengan sosialisasi yang gencar dilakukan BP2MI dapat merubah cara berpikir tentang kerja di luar negeri secara legal sehingga dapat menumbuh kembangkan minat masyarakat. 

Di tempat yang sama, Wakil Ketua 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Stikes Karya Kesehatan Kendari, Risnawati sangat mengapresiasi atas dilaksanakannya sosialisasi program kerja ke luar negeri terkhusus bagi alumni perawat terkait peluang kerjanya. 

Ini juga lanjutnya, dapat membuka wawasan para alumni memikirkan masa depannya terhadap prospek kerjanya. Sebab, kata Risnawati selama ini banyak mahasiswa yang hanya bekerja di dalam negeri dan setelah menyelesaikan studinya mereka pulang di daerahnya masing-masing dan kerja di sana. 

“Biasanya keluhan mulai muncul karena tenaga honorer perawat itu telah dibatasi dan pada akhirnya mereka bekerja suka rela dengan gaji yang minim,” ucapnya.

Baca:   Sulkarnain Inginkan Warga Kendari Jadi Penghafal Quran

Dikatakannya, sosialisasi ini juga berdampak positif karena mahasiswa mengetahui ada peluang kerja di luar negeri dengan gaji atau honor yang lebih menjanjikan dari pada sekedar bekerja di daerah. 

“Jauh sekali rentang gaji dengan di Indonesia, karena untuk Jerman dan Jepang itu bisa berpenghasilan di sekitar Rp27 hingga Rp30 juta perbulan. Ini juga bisa memperbaiki taraf hidupnya ke depan,” beber Risnawati. 

Tak hanya mengapresiasi, pihak Stikes Karya Kesehatan Kendari juga menawarkan kerjasama dengan BP2MI agar mahasiswanya bisa kuliah magang di luar negeri sehingga bisa menambah pengalaman dan menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan dan rumah sakit di luar negeri. (B)

Laporan: Al Iksan 
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan