BPS Laporkan Impor Sultra Menurun 19,42 Persen

  • Bagikan
Grafik Perkembangan Ekpor Sultra April 2021, (Foto: Ist)
Grafik Perkembangan Ekpor Sultra April 2021, (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatatkan nilai impor Sultra pada April 2021 sebesar US$135,73 juta atau mengalami penurunan sebesar 19,42 persen dibanding impor Maret 2021 yang tercatat US$168,45 juta.

Sedangkan, volume impor pada April 2021 tercatat 401,68 ribu ton atau turun 39,43 persen dibanding impor Maret 2021 yang tercatat 663,13 ribu ton.

“Selama periode Januari 2019 – April 2021, nilai impor Sultra tertinggi tercatat pada November 2020 dengan nilai mencapai US$341,77 juta dan terendah tercatat di Maret 2019 yaitu US$28,75 juta. Sementara itu, volume impor tertinggi tercatat pada November 2020 yang mencapai 1.707,17 ribu ton dan terendah di Januari 2019 dengan volume 38,99 ribu ton,” jelas Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sultra, Surianti Toar, Rabu (2/6/2021).

Surianti, mengatakan impor Sultra April 2021 didominasi oleh kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral dengan nilai US$43,91 juta (32,35 persen) dan diurutan kedua adalah kelompok komoditi Besi dan Baja dengan nilai US$41,86 juta (30,84 persen). 

“Penurunan terbesar impor Sultra April 2021 dibanding Maret 2021 terjadi pada kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral senilai US$22,61 juta (-33,99 persen),” katanya.

Disisi lain penurunan impor Sultra sebesar 19,42 persen dibanding bulan sebelumnya juga disebabkan oleh penurunan impor terbesar dari Negara Afrika Selatan senilai US$40,41 juta.

Baca:   2017, BPS: Pertumbuhan Ekonomi Wakatobi Turun 2 Persen

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Dari sisi peranan terhadap total impor Januari-April 2021, Tiongkok merupakan negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor US$254,85 juta (44,96 persen), diikuti Afrika Selatan dengan nilai US$100,53 juta (17,74 persen), dan Australia dengan nilai impor US$88,80 juta (15,67 persen). 

“Jadi peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 78,37 persen dari total impor Sulawesi Tenggara pada Januari-April 2021,” bebernya.

Sementara menurut golongan penggunaan barang, impor Sultra selama April 2021 golongan bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar yaitu 87,80 persen dengan nilai US$119,17 juta.

Selama Januari-April 2021 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang 

konsumsi mengalami penurunan sebesar US$0,99 juta (turun 65,29 persen), bahan baku/penolong mengalami kenaikan sebesar 44,28 persen atau senilai US$160,10 juta dan barang modal turun 60,31 persen atau senilai US$67,76 juta.

Untuk diketahui nilai neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara April 2021 mengalami surplus sebesar US$297,16 juta. Sedangkan secara kumulatif, neraca perdagangan Sultra Januari-April 2021 mengalami surplus US$647,17 juta. Kondisi tersebut sejalan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari-April 2020), dimana nilai neraca perdagangan Sultra mengalami surplus US$59,34 juta. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan