Bulog Sultra: Stok Beras Aman Hingga Juni 2022, Sultra Surplus Produksi

  • Bagikan
Beras, (Foto: Shutterstock)
Beras, (Foto: Shutterstock)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan stok beras di Sulawesi Tenggara (Sultra) diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan Juni tahun 2022 mendatang. Stok beras yang masih tersedia saat ini sekitar 13.000 ton di gudang Bulog.

“Perhitungan kami jika dengan kondisi penyaluran saat ini sekitar seribu ton perbulan maka stok yang kami miliki saat ini bisa mencapai 12 atau 13 bulan ke depan atau bisa sampai bulan Juni 2022,” ungkap Kepala Perum Bulog Kanwil Sultra, Ermin Tora, Selasa (22/6/2022).

Pada tahun 2020, kata Ermin Bulog melakukan penyerapan sekitar 30.000 ton dan itu merupakan pengadaan terbesar selama lima tahun terakhir. Tentunya itu tidak terlepas dari meningkatnya produksi beras di Sultra.

Sambungnya, pada semester 1 tahun 2021 terjadi peningkatan produksi padi hingga 19.000 ton jika dibanding semester 1 tahun 2020. Saat ini Provinsi Sultra mengalami surplus produksi.

“Surplusnya cukup besar, saat ini diperkirakan 150.000 ton,” bebernya.

Surplus ini kata Ermin, masih berpotensi untuk meningkat karena ada program-program dari pemerintah dalam penggunaan varietas unggul. 

“Kami kemarin sudah menghitung, kemungkinan akan mencapai 400.000 ton itu surplusnya,” terangnya.

Dia menjelaskan surplus itu merupakan jumlah berlebih yang harus diupayakan agar dipasarkan dengan baik sehingga tidak menimbulkan kondisi penurunan harga pada tingkat produsen.

Baca:   Harga Beras Melonjak, Pemerintah Mesti Bangun Pabrik Penggilingan

“Dengan adanya surplus ini, semakin menguatkan Sulawesi Tenggara sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional,” tegasnya.

Perlu diketahui, Bulog Sultra juga menyediakan berbagai kebutuhan pangan lainnya seperti gula, terigu, minyak goreng dan daging. Bulog juga terus melakukan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Adanya beras fortivit, beras untuk kesehatan dalam rangka pencegahan stunting di Provinsi Sulawesi Tenggara”, pungkasnya. 

Sementara itu Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, atas capaian ini mengaku itu merupakan salah satu bukti nyata komitmen pemerintah untuk menjadikan Sultra sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Khususnya untuk wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. (B)

Laporan: Al Iksan
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan