Bunda Rentang Terkena Baby Blues Syndrome, Berikut Alasan & Cara Mengatasinya

  • Bagikan
Ilustrasi (Foto: momsindonesia.com)
Ilustrasi (Foto: momsindonesia.com)

SULTRAKINI.COM: Baby blues merupakan gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan ibu mudah sedih, lelah, lekas marah, menangis tanpa alasan yang jelas, mudah gelisah, dan sulit untuk berkonsentrasi. 

Baby blues syndrome umumnya muncul setelah 2–3 hari bayi lahir dan bisa berlangsung hingga 2 minggu. Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan terus terjadi, sehingga dukungan dari pasangan, keluarga, dan orang terdekat sangat diperlukan.

Ibu yang mengalami baby blues akan sering menangis, sensitif. Selain itu, perubahan suasana hati yang cepat, dan merasa cemas.

Baby blues termasuk depresi ringan yang terjadi pada ibu setelah melahirkan. Gejala yang dirasakan pada setiap ibu berbeda-beda, Bunda.

Umumnya, baby blues ditandai dengan reaksi depresi atau sedih, menangis dengan tiba-tiba, mengalami perubahan suasana hati, mudah tersinggung, cemas, perasaan yang labil, cenderung menyalahkan diri sendiri, hingga gangguan tidur dan nafsu makan.

Baby blues dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti emosional, perubahan fisik ataupun bisa keduanya. Setelah melahirkan, tubuh mengalami perubahan dengan cepat.

Kadar hormon pada ibu turun, payudara akan membengkak, dan kemungkinan besar ibu akan mengalami kelelahan. Kondisi ini tentu menimbulkan kecemasan dan kesedihan.

Cara Mengatasi Baby Blues

Baca:   Namanya PAS Mart, Konsep Minimarket Dalam Lapas

Seperti yang diketahui, sindrom ini bisa saja menghilang dengan sendirinya. Jadi tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan apapun untuk menangani baby blues, Bunda. Itu karena tidak sedikit dari ibu yang baru melahirkan dapat menyesuaikan diri dengan peran baru mereka dalam rutinitas dengan buah hatinya.

Meski demikian, fase pasca melahirkan memang sangat sulit, dan penting untuk menjaga diri sebaik mungkin. Menemukan hal-hal yang membuat ibu merasa lebih baik selama masa transisi dapat membantu mereka menemukan kembali jati dirinya. Setidaknya, kembali ke kehidupan normal seperti sedia kala dengan lebih cepat.

Mengutip dari Haibunda.com, hal-hal yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi baby blues, di antaranya:

1. Perbanyak istirahat

Perbanyak istirahat dengan tidur merupakan cara untuk mengurangi sindrom baby blues. Terkadang, tidur adalah obat terbaik untuk melepas penat sejenak, Bunda. Pastikan untuk tidur saat bayi tertidur juga. Segalanya akan tampak lebih buruk ketika seseorang mengalami kelelahan.

2. Minta bantuan

Jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada suami atau pun kerabat dekat keluarga, saat melakukan tugas berat seperti mencuci, memasak, serta mengganti popok bayi. Biarkan orang lain melakukannya, Bunda. Dianjurkan, untuk tidak mencoba melakukan semuanya sendiri.

Baca:   Urai Kemacetan Mudik, Underpass Simpang Mandai di Maros Dibuka

3. Mengonsumsi makanan bergizi

Lakukan hal-hal sederhana namun efektif seperti memperbanyak asupan makanan yang bergizi demi tubuh yang bugar. Selain itu, Bunda disarankan sesekali pergi keluar untuk sekadar menghirup udara segar di pagi hari.

4. Berbicara dengan seseorang

Berbicara dengan seseorang seperti mengobrol akan membuat perasaan lebih baik. Cobalah untuk mengobrol dengan anggota keluarga atau teman yang bisa menenangkan secara emosional. Terkadang cara ini diperlukan untuk mengeluarkan unek-unek yang mengganjal di hati.

Selengkapnya di sini : (https://www.google.com/amp/s/www.haibunda.com/kehamilan/20201029205330-49-170180/bunda-kenali-gejala-baby-blues-dan-cara-mudah-mengatasinya/amp)

Laporan: Nur Fadhilah
Editor: Hasrul Tamri
n

  • Bagikan