SULTRAKINI.COM: KOLAKA-Usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kolaka ke-66 di Alun-alun 19 November, Bupati Kolaka Amri Djamaluddin bersama jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, bergerak menuju Pasar Mekongga untuk meresmikan revitalisasi Pasar Raya Mekongga, Jumat (28/2/2026).
Revitalisasi pasar tersebut didukung investasi sekitar Rp60 miliar dari PT Vale Indonesia Tbk. Pemerintah Kabupaten Kolaka menargetkan proyek strategis ini rampung dalam dua tahun guna memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kolaka.
Bupati Kolaka menegaskan, pembangunan ulang pasar yang telah berdiri hampir tiga dekade itu merupakan bagian dari janji politiknya bersama Wakil Bupati, sekaligus implementasi misi ketiga pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kolaka, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Vale Indonesia atas komitmen dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Pasar Raya Mekongga selama 29 tahun terakhir menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat Kolaka. Berdiri di atas lahan sekitar 7,5 hektare dan terbagi dalam 38 blok, pasar ini menampung lebih dari 900 pedagang aktif, jumlah yang melampaui kapasitas los dan kios yang tersedia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain persoalan kepadatan, pasar juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tata sirkulasi yang semrawut, sistem sanitasi dan drainase yang belum optimal, hingga dua kali insiden kebakaran.
“Di tengah pesatnya pertumbuhan ruko dan kawasan komersial modern di sekitarnya, kondisi fisik pasar dinilai tidak lagi representatif sebagai pusat perdagangan rakyat,” katanya.
Menurutnya, perkembangan kawasan perkotaan menuntut perubahan konstruksi pasar. “Kita ingin pusat perdagangan rakyat ini tidak tertinggal,” tambahnya.
Dukungan penuh PT Vale terhadap revitalisasi pasar dipandang sebagai wujud sinergi antara sektor industri dan pemerintah daerah dalam mendorong penguatan ekonomi lokal. Revitalisasi ini dirancang untuk menghadirkan pasar yang lebih tertata, aman, dan nyaman, tanpa meninggalkan identitas serta kearifan lokal masyarakat Kolaka.
Sementara itu, CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
“Pasar adalah jantung ekonomi rakyat. Melalui revitalisasi ini, kami berharap tercipta ruang perdagangan yang lebih layak, aman, dan produktif, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor industri menjadi kunci terciptanya dampak pembangunan yang nyata. “Kami percaya kolaborasi yang kuat akan mempercepat transformasi kawasan, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari sisi kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya kualitas konstruksi dan ketepatan waktu pelaksanaan proyek. Kontraktor diminta bekerja sesuai perencanaan agar manfaat pembangunan segera dirasakan oleh pedagang dan masyarakat luas. Para pedagang juga diajak mendukung proses revitalisasi dengan menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama masa pembangunan.
Jika rampung sesuai target, Pasar Raya Mekongga diproyeksikan menjadi ikon baru perdagangan rakyat Kolaka sekaligus simbol kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, mengapresiasi dukungan pihak ketiga terhadap kemajuan daerah.
“Sebagai Pemerintah Sulawesi Tenggara, kami sangat mengapresiasi dan menghargai prestasi ini. Dukungan PT Vale Indonesia yang sangat berkontribusi terhadap daerah, di tengah kondisi efisiensi di berbagai sektor, patut diapresiasi. Bantuan lebih dari Rp60 miliar untuk revitalisasi Pasar Mekongga Kolaka merupakan bentuk kepedulian yang nyata,” katanya.
Sementara itu, Kepala Asosiasi Pasar Mekongga Kolaka, Darsan Mustafal Akbar, menyambut baik rencana revitalisasi pasar yang dinilai sudah sangat mendesak.
“Jumlah pedagang terus bertambah, kondisi pasar semakin kumuh, dan saat hujan air tergenang di berbagai titik. Pasar ini memang sangat perlu dibenahi. Dengan adanya revitalisasi, kami optimistis pedagang yang selama ini belum memiliki tempat dapat terakomodasi dan berdagang dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, rencana revitalisasi yang didukung PT Vale tersebut mendapat respons positif dari pemerintah daerah, masyarakat, dan para pedagang.
Laporan: Anti









