Calon Independen Potensial di Pilwali Kendari

  • Bagikan
Najib Husain (Foto: dok/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Perebutan kursi Walikota Kendari 2017-2022 tak hanya diramaikan oleh bakal calon dari partai politik. Beberapa bakal calon secara terang-terangan melalui berbagai media menyatakan diri maju di Pilwali Kota Kendari 2017 menggunakan jalur independen.

 

Hal ini ditanggapi oleh Pengamat Politik Sulawesi Tenggara, M. Najib Husain saat ditemui SULTRAKINI.COM di kediamannya, Rabu (25/5/2016). Menurut alumni program doktor Universitas Gadjah Mada ini, beberapa nama sebenarnya punya peluang untuk maju melalui jalur independen. Hanya saja menurutnya para calon kuat ini tidak berani terbuka untuk itu.

 

”Beberapa calon sebenarnya punya potensi untuk maju sebagai calon independen. Namun, mereka sepertinya masih ragu karena takut tersandera oleh partai politik lima tahun ke depan,” terang Najib.

 

Menurut Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Halu Oleo ini, meski calon independen tak memiliki mesin politik seperti para calon dari jalur partai politik, tetapi calon independen ini memilikinya pada orang per orang.

 

”Sebenarnya jalur independen punya kekuatan juga meski tidak secara struktural seperti parpol,” imbuh Najib.

 

Menurut Ketua Prodi Pascasarjana Ilmu Komunikasi UHO ini, jika melihat dari calon yang ada, Kendari juga punya potensi untuk memenangkan calon independen.

Baca:   Salah Prediksi Saat Pilwali, Survei Haluoleo Institute Meragukan

 

Ini berdasarkan beberapa indikator yang terjadi di masyarakat belakangan ini. Indikator yang paling tampak menurutnya adalah masyarakat yang sudah mulai bosan dengan partai politik.

 

”Indikatornya yakni masyarakat sudah mulai bosan dengan partai politik karena hanya janji-janji, identik dengan money politik, konflik internal, dan berbagai hal negatif yang melekat padanya. Kondisi ini bisa menjadi ruang untuk calon independen masuk,” papar Najib.

 

Hanya saja menurut Najib, di Kota Kendari kelas masyarakat terpelajar perlu menjadi gerbong yang melahirkan dan mendorong calon independen ini. Sebab, menurutnya kelas menengah ini kurang bergerak untuk mengusung calon independen.

 

Editor: Gugus Suryaman

  • Bagikan