Cekcok dengan Tunangan Berakhir Bunuh Diri

  • Bagikan
Pemuda AR ditemukan gantung diri di kamarnya. (Foto: Dok Polda Sultra)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Berawal dari cekcok dengan tunangan, seorang pemuda 24 tahun di Kelurahan Wameo, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara rela mengambil keputusan yang disayangkan. AR memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Pemuda AR ditemukan gantung diri di kamarnya pada Rabu (28 April 2021) sekitar pukul 10.00 Wita.

“Korban ditemukan tewas saat orang tua korban Amiludin memaksa masuk ke dalam kamar korban. Setelah mendapat informasi, korban tidak bisa lagi dihubungi melalui handphone-nya,” jelas Kapolsek Wolio, AKP Abdul Halim Kaonga, Kamis (29/4/2021).

Berdasarkan keterangan orangtuanya, pemuda itu sempat cekcok dengan tunangannya FH melalui telepon pada 26 April lalu. Pihak keluarganya pun menyarankan agar AR menyelesaikan permasalahan di antara keduanya dengan mendatangi langsung rumah si perempuan.

“Setelah diingatkan saksi, korban kemudian masuk ke dalam kamarnya, setelah itu saksi tidak melihat korban ke luar lagi dari kamarnya,” terangnya.

Nasehat itu rupanya menjadi akhir pertemukan AR dengan keluarganya. Ketika orangtuanya mengintip kamar anaknya itu, AR tidak ada. Orangtuanya langsung meninggalkan kamar tanpa masuk ke dalam untuk mengecek keberadaan anaknya.

Di satu sisi, tunangan AR, FH rupanya tidak bisa lagi menghubungi korban dan mendatangi rumahnya serta bertemu orangtua korban guna menanyakan keberadaan AR.

Baca:   Hadapi Pilkada, Panwascam di Muna Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

“Sehingga saksi bersama anaknya yang lain membuka pintu kamarnya serta melihat korban dalam kondisi tergantung dengan seutas tali nilon dan meninggal dunia,” tambah Kapolsek Wolio.

Akhirnya, tim Inafis dan satreskrim Polres Baubau melakukan identifikasi dan hasil visum. Diketahui AR meninggal murni akibat bunuh diri dan bagian tubuhnya juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Keluarga korban menerima kematian korban murni bunuh diri, serta menolak dilakukan tindakan visum lebih lanjut karena akan segera menyemayamkan korban untuk persipan di makamkan,” ucapnya. (C)

Laporan: Riswan

Editor: Sarini Ido

  • Bagikan