Civitas Academica Faperta UHO Dukung Program Vaksinasi untuk Percepatan Kuliah Tatap Muka

  • Bagikan
Civitas academica Fakultas Pertanian UHO dukung program vaksinasi di UHO dan fakultas, (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Civitas academica Fakultas Pertanian UHO dukung program vaksinasi di UHO dan fakultas, (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Jajaran civitas academica di Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Halu Oleo (UHO) di Kendari mendukung penuh upaya program vaksinasi gratis bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat umum untuk percepatan perkuliahan tatap muka langsung (luring).

Seluruh jajaran civitas academica di Faperta yang terdiri dari Dekan beserta Wakil-wakil Dekan (WD), Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan ketua-ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dilingkup Faperta kompak menyatakan sikap mendukung program vaksinasi dengan mengadakan vaksinasi gratis bagi mahasiswa dan mahasiswimaupun masyarakat umum a yang akan diselenggarakan di Aula Gedung Fakultas Pertanian pada 8 sampai 9 September 2021, pekan ini.

Dekan Fakultas Pertanian UHO, Prof. Dr. Ir. R Marsuki Iswandi mengungkapkan, di tengah musim pandemi Covid-19 ini seluruh aktivitas akademis di Fakultas Pertanian tetap berjalan sebagaimana mestinya, tapi sedikit berubah karena semua dilakukan serba terbatas, misalnya perkuliahan dan pelayanan administrasi kemahasiswaan.

“Bahkan tidak mengurangi volume pekerjaan tapi malah bertambah, misalnya jadwal menguji para dosen-dosen itu tetap dilakukan meskipun semua serba online,” ungkapnya, Senin (6 Agustus 2021).

Untuk itu, Marsuki mengatakan untuk mendukung program universitas yang sudah diintruksikan oleh Rektor Universitas Halu Oleo guna mempercepat proses perkuliahan tatap muka langsung, maka civitas academica Faperta akan mengadakan program vaksinasi bekerjasama dengan Korem 143/HO.

Baca:   Wagub Sultra Pantau Penanganan Covid-19, Peran Tokoh Bantu Program Vaksinasi

“Olehnya itu, pekan ini tepatnya pada 8 sampai 9 September kita akan mengadakan program vaksinasi bekerjasama dengan Korem 143/HO. Program ini digencarkan untuk kuliah tatap muka langsung,” katanya.

Dalam program vaksinasi massal ini ditargetkan sebanyak 300 dosis vaksin per hari disiapkan untuk mahasiswa, pegawai, dosen, dan masyarakat umum yang akan melakukan vaksin. Namun jumlah dosis tersebut akan bertambah jika melihat kondisi peserta vaksin meningkat.

“Alhamdulillah sampai saat ini sudah ada sekitar 200-an lebih yang sudah mendaftarkan diri untuk ikut vaksin,” terangnya.

Menurutnya, mengikuti atau melakukan vaksin sangat bermanfaat bagi kesehatan di musim pandemi ini, salah satunya untuk menciptakan herd immunity atau meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terkena flu.

“Mahasiswa dan masyarakat jangan takut untuk vaksinasi. Kadang-kadang berita-berita yang beredar di luar itu, tidak seperti yang kita bayangkan cuman karena kebetulan saja. Vaksin itu bermanfaat sekali, ketika kita flu misalnya itu langsung hilang berbeda dengan sebelum vaksin. Itu saya sudah rasakan sendiri,” bebernya.

Dia menjelaskan, untuk memulai proses perkuliahan tatap muka langsung maka harus mencapai target vaksinasi minimal 75 persen dari seluruh mahasiswa. Sementara jumlah mahasiswa Faperta diperkirakan ada sekitar 3.500-an ditambah dengan mahasiswa baru tahun ajaran baru.

“Jadi kalau kita hitung-hitung ada sekitar 2.500-an yang sudah vaksin baru bisa belajar tatap muka langsung,” ujarnya.

Baca:   Pengen Miliki Motor Benelli, Kalla Kars Beri Kemudahan Lewat Bank BTN

Akan tetapi, dari data jumlah mahasiswa dan civitas academica Fakultas Pertanian saat ini, terdapat sebagian mahasiswa dan dosen sudah melakukan proses vaksinasi di luar kampus, seperti di fasilitas kesehatan milik pemerintah kabupaten dan kota atau pemerintah provinsi.

“Kalau dosen-dosen kita maupun pejabat-pejabat dilingkungan fakultas termasuk saya ini kan sudah vaksin dan beberapa mahasiswa kita juga ada beberapa sudah vaksin jadi tinggal sesuaika saja. Saat ini masing-masing jurusan sedang mensurvei atau mendata berapa jumlah mahasiswa yang sudah melakukan vaksin, tinggal kita gabungkan dengan yang akan di vaksin pekan ini,” ucapnya.

Link pendaftaran vaksinasi di Faperta UHO (Foto: Ist)

Olehnya itu, dia berharap dengan adanya program vaksinasi gratis yang akan dilakukan pekan ini, bagi mahasiswa-mahasiswi, pegawai, dan dosen di lingkungan fakultas yang belum melakukan proses vaksinasi bisa langsung datang di kampus/fakultas untuk melakukan vaksin, cukup dengan membawa identitas diri.

Ketua BEM Faperta UHO, Agung Drivalen mengatakan, program vaksinasi ini sangat penting di tengah pandemi saat ini untuk menghindarkan diri bahaya wabah Covid-19. Olehnya itu,  ia berharap agar seluruh mahasiswa di lingkup fakultas agar bisa turut berpartisipasi mensukseskan program ini demi terwujudnya perkuliahan tatap muka langsung.

Baca:   Wakil Wali Kota Baubau: Kalau Ada Vaksin, Sini Saya Berani Tes

“Harapan saya dan sekaligus mengajak kepada seluruh teman-teman mahasiswa agar bisa ikut berpartisipasi melakukan vaksin agar kita bisa melakukan proses perkuliahan tatap muka lagi,” ujarnya.

Senada, Ketua DPM Faperta UHO, Rizaldi mengatakan, program vaksinasi ini sangat tepat dan penting bagi teman-teman mahasiswa demi terwujudnya perkuliahan tatap muka langsung sebagaimana arahan dari universitas harus mencapai 75 persen capaian vaksinasi baru bisa dilakukan kuliah tatap muka.

“Sehingga ini perlu didukung oleh seluruh mahasiswa baik ditingkat Fakultas Pertanian maupun di fakultas lain,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan bahwa pentingnya vaksin ini selain untuk kesehatan juga untuk memaksimalkan proses perkuliahan tatap muka karena sistem perkuliahan daring selama beberapa semester ini dianggap sangat tidak efektif. Banyak hal-hal yang terlewat jika hanya dilakukan sistem perkuliahan daring, misalnya pelaksanaan praktikum, itu hampir tidak ada selama sistem belajar/kuliah online.

“Jadi teman-teman mahasiswa jangan pernah takut untuk di vaksin apalagi kita tau bersama bahwa vaksin ini sudah melalui beberapa uji laboratorium dan teruji oleh BPOM, jadi tidak perlu takut vaksin,” pungkasnya.

Laporan: Hasrul Tamrin

  • Bagikan