Covid-19 di Sultra Meningkat, Tenda Darurat untuk Pasien akan Dipasang Jika Terus Bertambah

  • Bagikan
Sekda Sultra, Nur Endang Abbas di Road to Fesyar. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Nur Endang Abbas mengaku perkembangan kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Bahkan Pemprov akan bekerja sama dengan TNI-Polri untuk penyediaan tenda darurat apabila kondisi pasien Covid-19 terus bertambah.

“Kita akan menyiapkan tenda-tenda darurat bagi pasien Covid-19, olehnya itu tolong menyampaikan hal ini pada keluarga, komunitas, dan lingkungannya masing-masing untuk terus memakai masker, untuk terus menghindari kerumunan dan menjaga jarak,” ucapnya ketika menghadiri Road to Fesyar di Kota Kendari, Sabtu (3/7/2021).

Nur Endang menyebut, tren kasus pasien Covid-19 di Sultra meningkat dan berada pada angka 300 persen sejak wbah ini menerang. Tingkat ketersediaan tempat tidur pasien di rumah sakit nyaris habis untuk menanggulangi pasien yang terus bertambah.

“Kondisi sekarang rumah sakit tingkat ketersediaan tempat tidur ini sudah 95 persen sampai 100 persen untuk tingkat Kota Kendari dan Rumah Sakit Bahteramas,” ucapnya.

Pemprov Sultra mengimbau masyarakat bisa lebih waspada dan disiplin protokol kesehatan serta mengikuti vaksinasi, sebab itu meskipun pandemi masih melanda, kegiatan ekonomi harus tetap berjalan.

Sekda Sultra mengaku, pertumbuhan ekonomi Sultra tadi selalu di atas rata-rata nasional, mengalami kontraksi lalu tumbuh walaupun kita hanya di angka 0,74 persen

Baca:   Klaim Kantongi 16 Suara, Herry Asiku Yakin Menangkan Pemilihan Ketua DPD Golkar Sultra

“Kegiatan ekonomi tetap berjalan karena memang ketika kita tidak lakukan hal seperti itu akan berdampak negatif kepada masyarakat kita, kemudian berpengaruh pada daya beli masyarakat dan indikatornya nanti, akhirnya adalah pertumbuhan ekonomi kita anjlok,” terangnya.

Data Gugus tugas Covid-19 Sultra hingga 2 Juli 2021, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 11.678 orang (penambahan 198 orang). Kasus aktif tercatat 1.097 orang, sembuh 10.343 orang, dan meninggal 238 orang. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan