Curhat Kapolres Konawe, Keluar Masuk Desa saat Pilkada, hingga dikira tak Netral

  • Bagikan
Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar saat mengawasi pelaksanaan Pilkada serentak 27 Juni 2018. (Foto: Mas Jaya/SULTRAKINI.COM)
Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar saat mengawasi pelaksanaan Pilkada serentak 27 Juni 2018. (Foto: Mas Jaya/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWEKabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, awalnya sempat diwanti-wanti Bawaslu RI sebagai daerah rawan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018. Tak tanggung-tanggung, nama Konawe bahkan masuk jajaran tiga besar sebagai daerah paling rawan di antara 171 daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

Namun, prediksi itu tampaknya tak terbukti. Konawe berhasil menyelenggarakan Pilkada dengan aman dan kondusif. Tak ada riak-riak yang cukup menonjol selama tahapan sehingga Pilkada usai.

Dibalik suksesnya Pilkada Konawe yang aman dan kondusif, ada salah seorang yang punya peran penting di dalamnya. Dialah Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar, SIK., SH., MH.

Akbar-demikian ia disapa merupakan putra daerah yang pulang kampung ke Konawe. Sebagai orang yang lahir dan besar di tanah lumbung beras ini, Akbar merasa punya tanggung jawab yang begitu besar di Konawe baik secara emosional maupun kewajibannya sebagai polisi.

Dia bercerita, perihal ketika pertama kali ia akan ditugaskan ke kampung halamannya. Karena ia masuk saat tahapan Pilkada sudah berlangsung, Akbar mengakut telah mendapat banyak bisikan-bisikan dari pihak luar.

“Pertama, saya tiba di Sultra rasanya berat sekali. Belum apa-apa sudah ada yang tanya kalau saya ini dukung siapa (di Pilkada Konawe, red),” kenang Akbar saat membawakan sambutannya usai upacara Hari Bhayangkara di Mapolres Konawe, Rabu (11/7/2018).

Baca:   Pilkada, Phyton, dan Banjir

Lalu, ketika dirinya resmi bertugas di Konawe, pertanyaan-pertanyaan yang sama kembali ditanyakan kepadanya. Namun, dengan tegas ia mengatakan jika polisi harus netral demi menjaga suasana kondusif dalam Pilkada. Tidak ada tawar-menawar dengan hal tersebut.

Penegasan Akbar tak sebatas isapan jempol belaka. Upanya untuk membangun Pilkada yang aman dan damai terus ia galakan.

Akbar bersama anggotanya, secara rutin menyambangi tiap-tiap kecamatan. Keluar masuk dari desa ke desa hanya untuk berkoordinasi dengan seluruh lapisan masyarakat dan mengampanyekan misi Pilkada damai untuk Konawe.

“Kami keluar masuk desa setiap saat. Sampai-sampai saya sempat dikira tidak netral dan mendukung salah satu pihak. Tapi tidak demikian, kami sedang berupaya untuk bekerja lebih baik,” ungkap Akbar.

Selain itu, Akbar bersama jajarannya aktif mengadakan coffee morning bersama sejumlah tokoh masyarakat dan para pelaku di Pilkada. Polres Konawe juga aktif menyambangi setiap posko-posko tiap kandidat yang akan berkontestasi di Pilkada Konawe.

“Saking aktifnya, dari Polda sempat bertanya dari mana dananya untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu. Tapi itulah, selama ada niat yang baik, jalan akan selalu ada,” jelasnya.

Alhasil, kerja keras Akbar dan jajarannya pun berbuah manis. Pilkada Konawe berlangsung cukup kondusif. Hampir tak ada riak-riak yang mengganggu suasana keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Baca:   KPU Sultra: Penetapan Calon Terpilih Menunggu Suket dari MK

“Saya juga memberi apresiasi kepada TNI, tokoh-tokoh masyarakat, wartawan, ormas, penyelenggara Pilkada dan Pemda Konawe yang telah ikut menjaga ketertiban di Konawe,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan