Dari Kambing Makan Kertas Sampai Ingin Lari dari Dunia Maya bisa, Ke Pulau Tasipi Saja

  • Bagikan
Pulau Tasipi, Kabupaten Mubar. (Foto: Dispar Mubar)

SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT – Kambing makan kertas? Mungkin terdengar aneh bagi kita. Tapi bagi masyarakat di Pulau Tasipi, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara menjadi pemandangan yang lumrah dan mudah dijumpai warga.

Ternak kambing milik warga di pulau ini dilepas liarkan. Faktanya memang kambing-kambing di Pulau Tasipi menyantap kertas dan gardus bekas lantaran tidak ada rumput maupun tumbuhan untuk dimakan mamalia herbivora tersebut.

“Karena di sini tidak ada tumbuhan, makanya kambing milik warga makannya kertas dan gardus, serta sampah. Saya yakin di Sultra hanya di sini (Pulau Tasipi) ada kambing makan kertas. Jadi sayang untuk dilewatkan,” jelas Kades Tasipi, Suparman, Rabu (31/8/2021).

Pertanyaan “Kambing makan kertas?” hampir sering didengar warga di sana dari orang-orang luar yang menanyakan letak Pulau Tasipi.

Pulau Tasipi menjadi salah satu pulau di Indonesia yang luasnya tidak lebih dari tiga hektare. Di pulau ini, seperti merasakan wisata petualangan yang unik. Kita akan benar-benar merasakan nikmatnya berlibur. Sebab pengapnya aktivitas bekerja seolah hilang begitu saja.

ibu alimazi

Jika berlibur ke Pulau Tasipi, pelancong juga seakan hilang dari dunia maya. Sebab pulau yang dihuni 782 jiwa ini sangat sulit mendapatkan jaringan internet. Begitu juga jaringan telepon.

Baca:   Perbaikan Berkas Bacaleg Berakhir, KPUD Mubar Hanya Terima 6 Parpol

Sementara untuk tetap mendapatkan pasokan listrik, warga memanfaatkan generator pembangkit listrik berbahan bakar solar dan bensin. Sejumlah rumah warga juga memiliki pembangkit listrik tenaga surya.

Selain hiruk pikuk sosial-budaya warga setempat, ratusan ekor kambing dengan badan yang gemuk-gemuk akan menyambut pengunjung pulau ini.

Selain kambing makan kertas, hal unik lainnya bisa didapatkan di sini adalah keunikan warganya yang kerap memutar musik dengan volume keras sampai terdengar di pulau tetangga. Tidak hanya satu penduduk, tapi beberapa penduduk melakukan hal serupa, sehingga ketika malam datang, Anda akan mendengar banyak musik berirama di Pulau Tasipi. (B)

Laporan: Hasan Jufri
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan