Delapan Dosen Sultra Presentasi Karya Pengabdian Masyarakat di UMK

  • Bagikan
Monitor dan evaluasi eksternal untuk kegiatan pengabdian masyarakat oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) di UMK, Rabu (12/9/2018). (Foto: M. Yusuf/SLTRAKINI.COM)
Monitor dan evaluasi eksternal untuk kegiatan pengabdian masyarakat oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) di UMK, Rabu (12/9/2018). (Foto: M. Yusuf/SLTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Delapan dosen yang melaksanakan kegiatan pengabdian secara multiyears dari perguruan tinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara, mempresentasikan hasil karyanya di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Rabu (12/9/2018). Pasalnya, perguruan tinggi Islam itu ditetapkan sebagai tuan rumah monitor dan evaluasi eksternal untuk kegiatan pengabdian masyarakat oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Wakil Rektor III UMK, Bambang BanIndro Yuwono, menuturkan dari sekian perguruan tinggi di Sultra, untuk monev eksternal tahun ini hanya dosen-dosen dari UMK dan Universitas Halu Oleo (UHO) yang berhasil mendapat anggaran Kemenristek Dikti. Setiap perguruan tinggi mendapat alokasi anggaran masing-masing empat judul kegiatan pengabdian, baik itu kegiatan lanjutan maupun baru dilaksanakan pada 2018.

“Sesuai jadwal, hari pertama, para dosen akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kegiatan pengabdian yang sudah dilakukan. Hari kedua, peninjauan lapangan untuk melihat hasil kegiatan yang dilakukan secara langsung. Artinya, reviewer nasional akan memastikan laporan dalam presentasi dengan kondisi riil (nyata) di lapangan,” terang Bambang usai memberikan sambutan, Rabu (12/9/2018).

Dia menambahkan, reviewer akan menentukan kegiatan pengabdian yang dilakukan dosen bisa dilanjutkan atau tidak. “Apalagi yang dinilai ini adalah pengabdian multiyears,” lanjut Bambang.

Dari empat judul pengabdian dosen UMK, ada tiga kategori kegiatan lanjutan, yakni pengabdian yang dilakukan oleh Eddy Hamka, Sentra Organic Farming di Desa Lamkmea, tahun kedua. Kemudian, Lely Okmawaty Anwar, Menciptakan Wirausaha Baru dan Mandiri Berbasis Iptek di UMK, tahun kedua.

Baca:   Konsep Tumpal Daerah Menangkan Sayembara Tenun dan Batik Tolaki

“Setelah itu, pengabdian dari Ahmad Muhlis Nuryadi, yang berjudul IbPUD Budaya Ikan Air Tawar Berbasis Wisata Pemancingan di Konsel Sultra, tahun kedua. Sementara, Hartati dengan judul PPUPIK Pusat Wisata Integrasi Agrobisnis Darat, Laut dan Udara (WIA DLU) yang Berdaya Asing dan Berkelanjutan, tahun pertama,” ucapnya.

Sementara pengabdian dari dosen UHO, terdiri dari dua lanjutan dan dua lainnya baru dilaksanakan tahun ini. Untuk pengabdian lanjutan terdiri dari Mansur dengan judul Pemanfaatan Energi Alternatif (Biogas) menjadi Energi Listrik di Desa Monapa menuju desa mandiri energi (DME), tahun ketiga; La Karimuna yang berjudul, IbW Agroforeatry di Kecamatan Kulisusu Barat, Butur, tahun ketiga.

“Sementara pengabdian yang baru dilaksanakan digagas oleh Laode Muhammad Hazairin Nadia berjudul, PPDM Desa Morome sebagai Sentra Organic Farming, tahun pertama. Setelah pengabdian yang dilaksanakan, Kobajashi Togo Isamu, UHO, PPPUD Usaha Pengasapan Kerang Pokea dan Ikan Gabus di Konut, Sultra, tahun pertama,” katanya.

Laporan: M Yusuf
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan