Demo Bela Wawonii Kembali Bergerak, GPMI Sultra Tarik Diri

  • Bagikan
Aksi bela Wawonii menuju Kantor Gubernur Sultra yang tidak diikuti GPMI Sultra, Kamis (14/3/2019). (Foto: La Niati/SULTRAKINI.COM)
Aksi bela Wawonii menuju Kantor Gubernur Sultra yang tidak diikuti GPMI Sultra, Kamis (14/3/2019). (Foto: La Niati/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Aksi bela Wawonii mencabut Izin Usaha Pertambangan terus dilakukan masyarakat Kabupaten Konawe Kepulauan, organisasi maupun lembaga kemahasiswaan. Desakan pencabutan IUP tersebut kembali digerakkan massa aksi menuju Kantor Gubernur Sultra, Kamis (14/3/2019).

Di tengah aksi tolak tambang itu, Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) Sultra memilih menarik diri.

“GPMI Sultra mengimbau kepada kader dan mahasiswa berhenti bergerak terkait pencabutan 15 IUP Wawoni,” ujar Ketua GPMI Sultra, Alfin Pola dalam keterangan tertulisnya diterima Kamis (14/3/2019).

Alasan menarik diri dikatakan Alfin, karena sarat berbagai kepentingan. Misalnya, aksi Senin (11/3) lalu, dimotori keluarga besar mahasiswa Universitas Halu Oleo. Namun aksi berikutnya pada Rabu tanpa campur tangan kelompok tersebut. Aksi dimotori oleh masyarakat Wawonii.

“Sarat berbagai kepentingan. Pertama, karena masing-masing pimpinan lembaga bergerak sendiri-sendiri tidak mau saling memadukan kekuatan,” ucapnya.

“Kemungkinan besar masing-masing organisasi ini punya target dibalik target yang telah ditetapkan. Selama KBM UHO dan Fron Mahasiswa Bela Wawonii tidak bersatu, GPMI Sultra menyatakan sikap berhenti dan menginginkan Sultra dalam keadaan kondusif dan aman dari kekacauan. Ditambah lagi saat ini menjelang pilpres tentunya kita tidak menginginkan situasi seperti ini terjadi sampai Pilpres nanti,” sambungnya.

Baca:   Kapolres: Tidak Ada Warga Wakatobi Ikut Demo di Jakarta

Laporan: La Niati
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan