Demo Dugaan Korupsi KNPI Wakatobi, GMPK Mengaku Diancam Dibunuh

  • Bagikan
GMPK melakukan aksi di depan Kantor Bupati Wakatobi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)
GMPK melakukan aksi di depan Kantor Bupati Wakatobi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Anggota Gerakan Mahasiswa Pemikir Kiri (GMPK) mengaku diintimidasi dan diancam akan dibunuh jika masih melakukan aksi dugaan korupsi dana hibah KNPI Wakatobi senilai Rp 500 juta.

Ketua GMPK, La Rahaman, mengatakan ancaman tersebut mereka terima saat demo kedua, yaitu sekitar dua minggu lalu. “Teman hubungi saya bahwa kamu hati-hati karena lagi dicari preman,” ujar Rahman, Senin (25/3/2019).

Ancaman itu kata Rahman, dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab agar pergerakan demonya tidak berlanjut. Kata dia, ancaman tersebut membuat dirinya bersemangat kembali menyuarakan dugaan tersebut.

“Kalau tidak berani cari saya di Liya, cari saya saja di dalam kota ini, setiap hari saya di dalam kota. Saya tidak bersembunyi karena kita ini orang mau jaga,” tambahnya saat berorasi di depan Kantor Bupati Wakatobi.

Rahman mengungkapkan, akibat ancaman itu, anggota GMPK yang turun saat ini hanya tiga orang, padahal dirinya mengklaim mereke tergabung GMPK sekitar 16 orang.

Terhitung sekitar empat kali GMPK melakukan aksi penuntutan dugaan korupsi dana hibah berjumlah Rp 500 juta yang dikelolah oleh Achmad Aksar selaku ketua KNPI Wakatobi. Achmad Aksar diketahui merupakan anak sulung bupati Wakatobi Arhawi.

Baca:   Format Sultra Desak Polda Sultra Tuntaskan Kasus Pembakaran Replika Tertulis Ali Mazi

(Baca: Menyikapi Dualisme KNPI, DPRD Wakatobi akan Konsultasi)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan