Dibagi menjadi Dua, Berikut Jadwal Lempar Jumrah Jamaah Haji Indonesia

  • Bagikan
Ilustrasi (Dok.Antaranews)
Ilustrasi (Dok.Antaranews)

SULTRAKINI.COM: Salah satu rangkaian ibadah haji di tanah suci adalah melempar jumrah. Lempar jumrah adalah sebuah kegiatan yang merupakan bagian dari ibadah haji tahunan ke Kota Mekkah, Arab Saudi.

Setelah tertunda selama dua tahun akibat pandemi Covid-19 akhirnya para jamaah haji Indonesia pada 2022, berangkat ke Tanah Suci, Makkah Arab Saudi.

loker wartawan sultrakini

Dalam rangkaian ibadah haji, lempar jumrah merupakan kegiatan haji yang dilaksanakan pada 10 Zulhijah, dimana jamaah melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang di lokasi yang ditetapkan di Mina.

Dilansir dari Antaranews, saat melempar jumrah nanti, jamaah haji Indonesia dibagi menajadi dua. 50 persen jamaah haji diberikan waktu melempar jumrah sejak dari pertengahan malam sampai pukul 07.00 pagi, sedangkan jamaah lainnya akan diberikan waktu pada pukul 16.00 atau 17.00 sampai pukul 21.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Sedangkan pukul 08.00 sampai pukul 12.00 WAS akan diambil oleh jamaah haji dari beberapa negara lain yang secara fisik lebih kuat. Karena suhu di Arab Saudi rata-rata mencapai 40-45 derajat Celcius dan diperkirakan pada puncak haji suhu bisa mencapai 52 derajat.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat, mengatakan pemilihan jadwal dilakukan karena kondisi cuaca yang relatif adem dibandingkan lempar jumrah pada siang hari.

Baca:   Hadir di Career Expo, Stand PT Vale Diminati Pencari Kerja

“Kita tahu betul kondisi fisik kita, tidak sedikit yang kondisinya tidak fit, maka dipilih waktu yang nyaman,” katanya, Selasa (21 Juni 2022).

Pada hari berikutnya melempar jumrah dimulai pukul 12 malam atau pada pertengahan malam antara waktu Subuh dengan Magrib.

“Dibagi dua jatuhnya pukul 11.30, bukan 12 malam, jadi kita siapkan jamaah pada waktu tersebut untuk jumrah,” tambahnya.

Kemudian pada hari Tasyrik bagi mereka nafar awal tentu kita sudah harus keluar dari Mina ke Makkah sebelum sholat magrib. Sementara bagi mereka yang menginap dan digenapkan menjadi tanggal 13 Dzulhijjah yang berarti nafar tsani.

Laporan: Tian
Editor: Hasrul Tamrin

loker marketing sultrakini
  • Bagikan