Dibimbing UHO, Warga Wambarema Poleang Budidaya Cabai serta Ikan Gurami dan Patin

  • Bagikan
Penyerahan dan pelepasan ikan patin dan gurami serta benih cabai siap tanam ke mitra-kepala Desa Wambarema, Andi Muhammad Yunus dan tim pelaksana PPDM-UHO

SULTRAKINI.COM: Warga Desa Wambarema Poleang Utara, Kabupaten Bombana,   membudidayakan cabai rawit melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang didanai Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Rristek) tahun anggaran 2022 melalui tim pelaksana dari Universitas Halu Oleo.

Ada pun tim pelaksana terdiri atas Ir. H. Syair, MP, Ir. H. Abd Rahman, MP, Rahim Aka, S.Pt. MP dan Dr. Ir. Yusnaini, DEA bekerjasama dengan kepala Desa Wambarema, Andi Muhammad Yunus.

Selain budidaya cabai, masyarakat dibawa bimbingan para dosen itu melakukan elaborasi pengembangan budidaya ikan gurami dan patin. Sebelumnya, masyarakat hanya membudidayakan ikan gabus dan ikan nila.

Mereka belum pernah mencoba membudidayakan ikan gurami dan patin, padahal harga ikan gurami dan patin lebih mahal.

Tingginya nilai ekonomi dari ikan patin dan gurami ini mendorong tim pelaksana dan mitra untuk melakukan restocking untuk kedua jenis ikan tersebut. 

Sementara itu, sepanjang tahun ini harga cabai cenderung lebih mahal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apalagi musim hujan yang berkepanjangan, bahkan di musim kemarau pun masih turunnya-kemarau basah.

Di Sulawesi Tenggra khususnya fenomena tersebut telah dirasakan bersama bahwa hujan masih terus berlangsung meskipun telah memasuki musim kemarau.

Fenomena ini menyebabkan budidaya cabai memiliki tantangan tersendiri khususnya terhadap gangguan hama dan penyakit. Akibatnya membudidayakan cabai di musim seperti ini akan dihindari oleh banyak petani cabai pada umumnya.

Baca:   Wagub Sultra Dukung Kerjasama Unsultra dengan Universitas di Malaysia

Kurangnya petani yang membudidayakan cabai pada kondisi iklim yang cukup ekstrim akan menyebabkan rantai pasok cabai akan tergganggu.

Gangguan rantai pasok cabai akan mendorong harga cabai untuk naik. Peluang tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar demplot PPDM Wambarema yang di motori oleh kepala desa Wambarema bpk Andi Muhammad Yunus untuk membudidayakan cabai rawit.

Respon mitra terhadap kedua kegiatan pengabdian ini cukup baik hal ini terlihat dari kontribusi mitra terhadap pelaksanaan di lapangan.

Mitra antusias untuk mengembangkan kedua komoditas ini. Khususnya untuk budidaya cabai telah ditanam seluas ¼ hektar. Adapun teknologi yang diintroduksi adalah penerapan budidaya tanaman yang baik atau good agricultural practices (GAP) seperti penggunaan pengolahan dengan cultivator, lahan cabai dibuat bedengan lebar 1,2 m × 12 m atau mengikuti kontur lahan. Sebelum bedengan ditutupi mulsa diberi pupuk kandang, dolomit dan pupuk dasar NPK.

Sementara untuk restocking bibit ikan telah ditebar di beberapa kolam milik warga, sebanyak 900 ekor ikan gurami dan 2000 eker ikan patin. Dilaporkan pertumbuhan tanaman cabai dan ikan cukup baik, meskipun masih diperlukan kegiatan pendampingan lanjutan.

Laporan: Shen Keanu (Sumber: Rilis Press)

  • Bagikan