Dikbud Kendari Tegaskan WFH Tidak Berlaku, Pelayanan Tatap Muka dan Efisiensi Energi Tetap Berjalan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari, Hj. Saemina, menegaskan bahwa sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) tidak diterapkan di lingkungan Dikbud daerah.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat ditemui di Kantor Dikbud Kendari, pada 7 April 2026. Menurutnya, kebijakan WFH mungkin dapat diberlakukan di tingkat kementerian, namun tidak relevan untuk diterapkan di daerah karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

“Kalau di kementerian mungkin bisa, tetapi kalau di daerah tidak bisa, karena menyangkut pelayanan dan juga jarak,” ujarnya dalam wawancara.

Selain itu, ia juga menyoroti penerapan program sekolah berwawasan lingkungan melalui Program Adiwiyata di satuan pendidikan. Dalam program tersebut, sekolah telah menerapkan berbagai langkah efisiensi, khususnya dalam penggunaan energi dan sumber daya.

Upaya efisiensi tersebut di antaranya dengan mematikan lampu di ruang-ruangan yang tidak digunakan serta menghemat penggunaan air. Bahkan, penggunaan mesin pompa air diatur hanya dioperasikan seperlunya, misalnya satu kali dalam sehari.

Ia menjelaskan, penggunaan listrik di sekolah umumnya didominasi oleh lampu dan kebutuhan dasar lainnya. Sementara perangkat elektronik seperti komputer tidak digunakan secara terus-menerus, sehingga konsumsi energi tetap dapat dikendalikan.

Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, diharapkan sekolah tidak hanya mendukung penghematan energi, tetapi juga membentuk kesadaran lingkungan bagi seluruh warga sekolah.

Lebih lanjut, pihak Dikbud Kendari terus mendorong seluruh satuan pendidikan agar konsisten menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Hal ini dinilai penting untuk menanamkan kebiasaan positif sejak dini kepada peserta didik.

Selain itu, melalui program Adiwiyata, sekolah diharapkan mampu menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus menciptakan suasana belajar yang nyaman, sehat, dan efisien bagi seluruh warga sekolah.

Laporan: Andi Mahfud