Dinas UMKM dan Koperasi Sultra Salurkan Bantuan Rp3 Miliar untuk Pelaku Usaha

  • Bagikan
Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Sutra, Boy Ihwansyah, (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM) 
Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Sutra, Boy Ihwansyah, (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM) 

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyalurkan stimulus ekonomi untuk pelaku UMKM dan Koperasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp3 miliar.

“Bantuan APBD ada penerimanya oleh koperasi sebanyak 141 koperasi dengan batuan sebesar Rp10 juta perkoperasi dan pelaku UMKM 1.700 sebanyak Rp2 juta setiap pelaku UMKM,” kata Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Sutra, Boy Ihwansyah, Senin (18/9/2021) saat ditemui diruang kerjanya.

Kadis menjelaskan, bahwa penerima bantuan APBD merupakan data tahun 2020 namun ada kesulitan dalam melakukan verifikasi sehingga sebagian di cairkan 2021 ini.

“Sebenarnya data pelaku usaha yang terdampak Covid-19 tahun 2020, kemudian banyak bantuan-bantuan yang meluncur, jadi kita lebih jelih melihat data supaya datanya tidak tumpang-tindih,” terangnya.

Selanjutnya, bagi penerima bantuan pusat melalui Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM dari APBN lansung dari Kementerian pusat tidak mendapatkan lagi bantuan APBD di daerah, hal ini dilakukan agar pelaku usaha dapat menerima bantuan secara merata tanpa ada data yang tumpang-tindih.

“Jika misalnya tumpang-tindah datanya kita corek kita cari lagi pelaku UMKM lain yang terdampak Covid -19, sehingga tidak ada kecemburuan antar pelaku usaha,” ungkapnya.

Baca:   PT Taspen Salurkan Bantuan Kepada Anggota PWRI Sultra

Ia mengakui, batuan stimulan yang disalurkan daerah maupun pusat ini belum bisa menjangkau keseluruhan pelaku usaha karena banyaknya pelaku koperasi dan UMKM di Sultra dari 17 jabupaten/kota sekitar 100.000-an pelaku usaha.

Hadirnya berbagai bantuan, di harapkan aktifitas masyarakat kembali normal dan meredahnya wabah Covid-19 di Sultra. Sehingga kedepan, protokol kesehatan tidak terlalu ketat lagi, dan sudah bisa melakukan perkumpulan secara terbuka seperti sebelum pandemi.

“Itu harapkan kami para pelaku UMKM bisa bangkit lagi dan adanya bantuan-bantuan stimulan yang di berikan bisa menjadi rangsangan dan pemicu mereka untuk bergiat kembali,” tambahnya. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan