Dinkes Konawe Genjot Program Vaksinasi BIAN pada Anak dan Balita

  • Bagikan
Ilustrasi vaksinasi campak rubella. (Foto: Dok. SULTRAKINI.COM)
Ilustrasi vaksinasi campak rubella. (Foto: Dok. SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara terus mengkampanyekan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) vaksinasi campak rubella kepada anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun se- Kabupaten Konawe agar tepat sasaran dan memenuhi target.

Kepala Seksi (Kasi) Imunisasi dan Surveilance Dinkes Konawe, Sri Retnowaty, mengatakan, untuk pemberian imunisasi tambahan campak rubella di Konawe hingga saat ini masih terbilang cukup rendah.

Olehnya itu, pihaknya akan menggenjot vaksinasi tersebut dengan melakukan sweeping kepada anak sekolah atau belita, sehingga apa yang telah menjadi sasaran dapat terpenuhi hingga batas waktu yang telah diberikan.

“Selain melakukan sosialisasi, kita juga akan melakukan sweeping dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan juga tingkat TK,” katanya, Senin (05 September 2022).

Retno mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan pertanggal 1 September 2022 progres pemberian imunisasi tambahan campak – rubella masih diangka 48,9% dari target sasaran sebanyak 95% . Sementara batas waktu yang telah diberikan untuk menyelesaikan pemberian imunisasi tahap 1 tersebut hingga 13 September 2022.

“Semoga dengan langkah ini, kita dapat memenuhi sasaran paling tidak mendekati capaian yang telah diberikan,” ungkapnya.

Kepala Puskemas Unaaha, Mashuri Posimbi, mengatakan untuk meningkatkan capaian program BIAN setelah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Konawe, pihaknya akan melakukan sweeping untuk anak atau belita yang menjadi sasaran imunisasi tersebut.

Baca:   Diserang Penyakit Mirip Gizi Buruk, Seorang Gadis di Konawe Meninggal

“Makanya kita manfaatkan sisa waktu ini untuk terus gencar sosialisasi dan jemput bola,” ucapnya.

Dia optimistis, jika tiap-tiap puskesmas se- Kabupaten Konawe telah memiliki target masing-masing dalam progres pemberian imunisasi tambahan campak – rubella, maka target yang diharapkan pasti tercapai.

“Untuk kita saat ini masih 22%, seharusnya target kita 100% tapi kita upayakan minimal 80% saja,” tuturnya.

Laporan: Hasrul Tamrin

  • Bagikan