Diprediksi Tak Ada Kotak Kosong di Pilkada Kolaka

  • Bagikan
Warga Kolaka saat melakukan pencoblosan pada Pemilu beberapa tahun lalu. (Foto: Mirwan/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Sejumlah politikus memprediksi tidak ada pasangan calon yang akan melawan kotak kosong alias munculnya calon tunggal, pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kolaka yang bakal dihelat tahun depan.

Seperti yang diungkapkan salah seorang politisi yang kini duduk di DPRD Kolaka, Edy Gunawan Arafiq, yang dihubungi SULTRAKINI.COM melalui telepon selulernya, Rabu (7/6/2017). Legislator PKS Kolaka itu menilai, bahwa dari analisannya beberapa bakal calon Bupati Kolaka sudah bermunculan bahkan sudah ada yang mendaftarkan diri melalui parpol.

“Saat ini saja di PKS sudah ada dua calon Bupati yang mendafaar, jadi prediksi saya Pilkada Kolaka tidak ada kotak kosong, sebab sudah mulai bermunculan bakal calon. Jadi tidak ada itu namanya kotak kosong,” terang Ketua Komisi III DPRD Kolaka itu.

Di beberapa parpol lain yang sudah membuka pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kolaka periode 2018-2023, juga sudah ada yang mendaftar. “Di partai lain saya dapat info sudah ada juga yang mendaftar, jadi ini bakal ramai, tidak ada calon tunggal,” imbuh Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PKS Kolaka itu.

Memang, kata dia, sampai saat ini beberapa calon yang bakal bertarung belum terlalu nampak melakukan sosialisasi untuk maju dalam perhelatan lima tahunan itu. Sebab semua masih membaca situasi dan mencari moment yang tepat.

Baca:   DPRD Kolaka Apresiasi Puskesmas Pomalaa Terakreditasi Paripurna

“Sudah ada kan yang mulai muncul sosialisasi memperkenalkan diri meski belum terang-terangan, saya kira itu hal biasa dalam strategi politik, atau bahkan masih membaca situasi mungkin,” ujarnya.

Untuk PKS sendiri, mekanisme melahirkan bakal calon yang akan diusung berada di kewenangan DPP. “Kita di sini hanya menerima pendaftar, jadi kalau ada lima yang mendaftar nanti akan ada tim yang akan menggodoknya menjadi tiga, kalau hanya tiga ya kita langsung sorong ke DPW dan DPW yang teruskan ke DPP, jadi ujungnya ada di DPP,” terang Edy.

Hal senada juga diungkapkan legislator Demokrat, Rusman. Menurutnya saat ini pasangan incumbent jika kembali maju bersama akan mendapat lawan bukan kotak kosong. “Yang jelas sudah ada lawan, dan saya memprediksi kalau saat ini baru beberapa yang muncul, nanti setelah lebaran sepertinya bakal ramai lagi,” ujarnya.

Di partainya saja, saat ini sudah ada nama yang akan diajukan untuk menjadi calon Bupati. “Di partai kami saja sudah ada nama yang akan disodorkan juga,” ujarnya tanpa mengungkapkan lebih rinci.

Menurut dia, beberapa calon yang belum bermunculan untuk mensosialisasikan diri masih terus melakukan komunikasi politik dengan partai pengusung. “Yang lain itu sementara bangun kekuatan dan bangun komunikasi dulu dengan partai-partai politik lain yang bakal dijadikan kendaraan politiknya, tetapi yang lain juga sudah ada yang Pede pasang baliho meski belum menyatakan mau maju sebagai apa,” kata Rusman.

Baca:   Surat Diduga Buatan Kepala SDN 4 Abeli Dihujat Netizen

Ketua DPC Hanura Kolaka, Faisal Manomang mengatakan, hingga hari kedua dibukanya pendaftaran bakal calon di partainya, sudah ada tiga orang yang mengambil formulir. “Bisa jadi ramai, karena baru dua hari ini kita buka sudah ada tiga yang mengambil formulir,” kata Faisal.

Hanya saja, menurutnya, para bakal calon harus memanfaatkan waktu pendaftaran di partai jika ingin menggunakan sebagai kendaraan politiknya. “Masalahnya ada batas waktu pendaftaran, seperti kami di Hanura sampai tangal 23 Juni saja, jadi percuma saja kalau mau maju baru tidak mendaftar di partai, padahal sudah ada ruang terbuka lebar untuk mereka daftarkan diri,” ujarnya. 

Laporan: Mirwan/Suparman Sultan

  • Bagikan