Disperindagkop Konawe dan Wakil Ketua DPRD Sultra Bahas Penambahan Fasilitas Jaringan untuk Pelaku UMKM

  • Bagikan
Kepala Disprindagkop Konawe, Muhammad Nur (kiri) saat menerima kunjungan kerja wakil Ketua DPRD Sultra, Herry Asiku di kantor Disperindagkop, Kamis (01/9/2022). (Foto: Ist)
Kepala Disprindagkop Konawe, Muhammad Nur (kiri) saat menerima kunjungan kerja wakil Ketua DPRD Sultra, Herry Asiku di kantor Disperindagkop, Kamis (01/9/2022). (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Konawe akan terus berupaya memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) dalam mempromosikan usahanya, sala satunya dengan memasang jaringan internet untuk daerah yang terpencil.

Hal itu diungkapkan Kepala Disprindagkop Konawe, Muhammad Nur saat mendapatkan kunjungan kerja dari wakil Ketua DPRD Sultra, Herry Asiku, Kamis (01 September 2022).

Muhammad Nur mengatakan, dalam kunjungan wakil Ketua DPRD Sultra itu, selain membahas tentang harga sembako di Konawe apakah mengalami kenaikan selepas pemerintah pusat menaikan harga BBM juga membahas tentang pemberdayaan para UMKM.

“Tadi beliau (wakil ketua DPRD Sultra) sempat membahas harga sembako naik apa tidak biar cepat dicarikan solusinya, namun sejauh ini adapun ada kenaikan namun tidak terlalu signifikan,” katanya.

Kemudian, lanjut Muhammad Nur, terkait UMKM yang ada di Konawe yang terbilang cukup banyak dan terlebih lagi yang berada di daerah – daerah terpencil, nantinya akan difasilitasi dengan jaringan internet.

“Sesuai dari arahan beliau nanti kita akan mendirikan tower jaringan di daerah-daerah yang masih susah untuk akses jaringan internet,” bebernya.

Menurutnya, sesuai dari arahan dan masukkan dari wakil Ketua DPRD Sultra itu, bahwa nantinya jika program tersebut bisa terlaksana, sebisa mungkin dalam satu tower jaringan bisa digunakan sekitar 100 orang atau perkelompok.

Baca:   BPOM-Dinas Penanaman Modal Kendari "Jemput Bola" Meregistrasi Pangan Olahan Pelaku Usaha

“Karena radiusnya cukup besar, sekitar 50 meter, jadi mungkin bisa anak-anak sekolah bisa gunakan jaringan itu,” jelasnya.

Selanjutnya, kedepannya para UMKM akan mendapat pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Sulawesi Tenggara guna memberikan pengetahuan dan mengasah skill dari para pengusaha yang ada di Konawe.

“Kita berharap program ini dapat berjalan, sehingga para UMKM kita dapat berkembang dan bersaing dalam mengembangkan usahanya,” pungkasnya.

Laporan: Hasrul Tamrin

  • Bagikan