Diusir dari Tempat Relokasi, PKL Datangi Kantor Bupati Wakatobi

  • Bagikan
Sejumlah pedagang berdialog dengang asisten I Sekretariat Daerah dan Kabid Perdagangan sehubungan lokasi dagangan di teras kantor Bupati Wakatobi, Kamis (26/7/2018). (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)
Sejumlah pedagang berdialog dengang asisten I Sekretariat Daerah dan Kabid Perdagangan sehubungan lokasi dagangan di teras kantor Bupati Wakatobi, Kamis (26/7/2018). (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Pasar Sentral Wakatobi, Sulawesi Tenggara, ramai-ramai mendatangi kantor Bupati Wakatobi, Kamis (26/7/2018). Mereka mengadu telah diusir sejumlah pedagang pasar lainnya.

“Kami menjual di tempat yang disiapkan Pemda, tapi kami kembali diusir oleh sejumlah pedangan yang lain, katanya tempat ini punya mereka,” kata Seorang PKL Pasar Sentral Wakatobi, Wa Minanu.

Pedagang lantas merasa terasingkan dari pedagang lainnya. Mereka yang tidak mendapatkan lokasi berdagang berasal dari Desa Fungka, Komala, dan Desa Maleko.

Menurut Koordinator Pedagang PKL, Dariono, dalam pembongkaran atau penertiban pedagang, Pemda Wakatobi seharusnya menyediakan tempat layak untuk pedagang.

“Ibu-ibu kami yang pedagang dari gunung ini merasa di anak tirikan, pedagang dari bagian dalam kota diberikan tempat, tapi ibu-ibu kami yang di bagian gunung tidak dikasi tempat jualan. Ini kasian pedagang tidak dapat tempat semua, kalau musim hujan, Kaopi (ubi yang dipres) yang dijual pedangan kena hujan,” kata Dariono, Kamis (26/7/2018).

ibu alimazi

Pedagang berharap, bangunan Pasar Sentral Wakatobi yang baru dibangun segera difungsikan guna menertibkan lokasi berjualan para PKL yang masih menempati bagian bawa pasar sentral.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Wakatobi, Jamaludin, mengaku Pemda telah menyiapkan lokasi berdagang para pedagang. Tetapi kata dia ada mis komunikasi sehingga terjadi perselisihan.

Baca:   Dokter Forensik: Mayat Bertato Burung Diduga Tenggelam

“Di tempat relokasi itu kami siapkan untuk 200 lebih pedagang, terisi baru 125 tempat, jadi tidak mungkin tidak dapat. Tapi hanya mis komunikasi saja itu. Kami akan antar langsung para pedagang ini agar tertib,” jelas Jamaludin.

Koordinator pedagang sempat bersitegang dengan pihak kepolisian, lantaran kedatangan pedagang di kantor Bupati Wakatobi tidak memiliki surat pemberitahuan.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan