Dokter Forensik: Mayat Bertato Burung Diduga Tenggelam

  • Bagikan
Dokter Forensik RS Bhayangkara Sultra, Kompol dr. Mauluddin, Direktur RSUD Wakatobi, dr. Munardi dan Kasat Reskrim Polres Wakatobi, IPTU, Hardi Sido. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Setelah melakukan otopsi sekitar sejam lamanya, dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Provinsi Sulawesi Tenggara sementara menyimpulkan kematian pria bertato burung yang ditemukan warga di pantai Desa Matahora, Kecamatan Wangi-wangi Selatan akibat tenggelam, Sabtu (15/7/2017).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan telapak kaki dan jari kaki, menunjukan korban meninggal akibat tenggelan, ada tanda washer woman hands,” kata Dokter Forensik RS Bhayangkara Sultra, Kompol dr. Mauluddin.

Begitu juga hasil pemeriksaan kepala, dada dan perut tidak ditemukan tanda-tanda mayat meninggal akibat kekerasan. Serta telah meninggal sekitar satu sampai tiga bulan.

Diketahui mayat berjenis kelamain pria itu memiliki tinggi badan sekitar 180 centimeter dan usia sekitar 30 sampai 50 tahun.

Mauluddin menambahkan, pihaknya kesulitan memastikan identitas ras maupun asal negara mayat.

“Kalau masih ada gigi serinya, saya bisa simpulkan mayat ini dari mana, karena gigi seri orang Asia, Eropa dan Afrika itu berbeda,” terangnya.

Pertama kali ditemukan, mayat tersebut mengenakan celana training berwarna biru tanpa menggunakan baju dengan posisi tengkurap.

(Baca: Mayat di Pantai Desa Matahora Bertato Burung)

Laporan: Amran Mustar Ode

Baca:   PSU Jilid II Dianggarkan Miliaran Lagi
  • Bagikan