Dosen UHO Bimbing Kelompok Tani di Bombana Teknik Budidaya Tanaman Bitti Berbasis Mikoriza

  • Bagikan
Penenaman Bitti sebagai bentuk implementasi pengabdian masyarakat atau PKM dosen UHO di Bombana, (Foto: Ist)
Penenaman Bitti sebagai bentuk implementasi pengabdian masyarakat atau PKM dosen UHO di Bombana, (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melakukan bimbingan teknis budidaya Bitti berbasis pupuk hayati Mikoriza kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Permata Bombana dan KTH Arena Lestari di Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, sejak 2 hingga 3 Oktober 2021.

Program Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut digagas oleh beberapa dosen UHO diantaranya, Ketua Tim Prof Dr Ir Hj Husna MP, beranggotakan Dr Faisal Danu Tuheteru, Dr Basrudin dan Asrianti Arif SP MSi dari FHIL UHO dan Wa Ode Yusria SP MSi dari Fakultas Pertanian. Pengabdian ini turut melibatkan dua orang mahasiswa FHIL UHO, Sijebir dan Ummu Salma.

Mendapat dukungan pemerintah daerah, PKM ini dihadiri langsung Wakil Ketua DPRD Bombana Ir Ardi A, SP MP, Lurah Poea Sahirul SP MP, dan jajaran Kesatuan Pengolahan Hutan (KPH) Unit X Tina Orima. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Ketua Tim PKM, Prof Dr Ir Hj Husna MP mengatakan, program pengabdian masyarakat internal ini mendapat pendanaan dari Badan Layanan Umum (BLU) UHO tahun 2021 yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani hutan Kecamatan Rumbia Tengah dalam membudidayakan Bitti berbasis pupuk hayati Mikoriza.

Baca:   Aksi Tolak UU MD3 di Konawe, Mahasiswa Ribut dengan Polisi

“PKM ini bertujuan  untuk meningkatkan kapasitas SDM kelompok tani hutan, bagaimana kita ajarkan masyarakat supaya dalam mengembangkan Bitti ini harus berkualitas dan berproduksi tinggi apalagi tanaman ini kan tanaman unggulan,” terang Prof Husna, Minggu (3/10/2021).

Teknik budidaya untuk membantu pertumbuhan Bitti menjadi lebih baik dan berkualitas, tim PKM UHO mengajarkan kolompok tani hutan penggunaan pupuk hayati Mikoriza. Melalui pengaplikasian Mikoriza (mikroorganisme) yang menginfeksi akar tanaman Bitti akan membantu penyerapan mineral dan air di dalam tanah. Dengan begitu pertumbuhan tanaman akan semakin meningkat.

“Manfaat Mikoriza ini untuk meningkatkan penyerapan air dan mineral di dalam tanah. Apalagi dalam kondisi kering, air tanah pasti turun. Inikan jangkauan akar susah, inilah peranan hifa-hifa (benang-benang halus,red) Mikoriza membantu menyerap mineral dan air. Mikoriza juga memiliki anti biotik yang bisa memberikan perlindungan dari patogen (penyebab penyakit, red) akar,” kata Guru Besar FHIL UHO itu.

Lebih lanjut, Ketua Isosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) ini menjelaskan, Mikoriza juga mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dan mampu bertahan dalam kondisi logam tinggi sekalipun.

ibu alimazi

“Itu terbukti dari tanaman yang kita tanam di Bombana di tambang emas, yang menurut sejarahnya mereka (masyarakat,red) bahwa tanaman disana susah tumbuh, tapi setelah kami mencoba dengan empat jenis tanaman itu luar biasa pertumbuhannya. Tadinya juga saya pesimis tidak akan tumbuh, tapi dengan Mikoroiza, itu mampu memacu pertumbuhan tanaman,” ungkap Prof Husna.

Baca:   PT Jhonlin Buka Suara Terkait Kapal Sandar di Dermaga Kasipute

Dikesempatan ini, dirinya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam PKM kali ini.

“Atas terlaksananya kegiatan, tim mengucapkan terima kasih kepada Rektor, Ketua LPPM dan Dekan FHIL UHO, Wakil Ketua DPRD Bombana, Lurah Poea dan KTH Permata Bombana dan KTH Arena Lestari serta fasilitator KPH Tina Orima,” tutup Prof Husna.

Ditempat sama, Wakil Ketua DPRD Bombana, Ardi A, mewakili pemerintah daerah Bombana mengapresiasi kegiatan PKM yang berlangsung di daerahnya.

“Dengan adanya kegiatan ini turut membantu masyarakat, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19. Harapan besar kami kepada masyarakat bisa mengikuti bimbingan teknis ini tentang budidaya Bitti yang telah dilaksanakan oleh tim LPPM UHO,” ungkap Ardi.

Bahkan kedepan, politisi PAN ini berharap, kegiatan serupa bisa terlaksana di daerah lainnya. Terutama di daerah-daerah pertambangan sebagai upaya perbaikan lingkungan.

“Harapan saya ini juga bisa terlaksana di daerah Kabaena daerah pertambangan karena dengan metode pemanfaatan Mikoriza ini bisa memacu pertumbuhan tanaman karena ada simbiosis mutualisme yang bisa memperbaiki petumbuhan tanaman kehutanan,” tutup alumni Faperta UHO ini.

Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan