DPRD Konsel Rapat Paripurna KUA-PPAS Tahun 2019, Ini Pandangan Fraksi dan Jawaban Pemda

  • Bagikan
Bupati Konsel Surunudin Dangga saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi fraksi pada rapat paripurna KUA PPAS Konsel Ta 2019, Kamis (13/9/2018).( Foto: Adryan Lusa/SULTRAKINI.COM)
Bupati Konsel Surunudin Dangga saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi fraksi pada rapat paripurna KUA PPAS Konsel Ta 2019, Kamis (13/9/2018).( Foto: Adryan Lusa/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE SELATAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah konawe Selatan(Konsel) mengelar rapat paripurna mengenai Kebijakan Umum Anggaran(KUA)-Prioritas Plafon Anggaran Sementara(PPAS) Tahun Anggaran 2019, di ruang rapat DPRD, Kamis (13/9/2018).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo yang didampingi oleh Wakil ketua I Hapsir Jaya, Wakil Ketua II Nadira serta disaksikan anggota dewan lainnya.

Kemudian dihadiri Bupati Konsel, Surunudin Dangga wakil bupati, Arsalim Arifin dan forum kordinasi daerah, serta para kepala SKPD se-Konsel.

Rapat paripurna tersebut guna mendengarkan pandangan umum fraksi serta mendengarkan jawaban Pemda Konsel terkait pemaparan pandangan fraksi.

Samsu dari Fraksi Golkar dipercaya sebagai perwkilan kedelapan Fraksi DPRD Konsel guna memaparkan pandangan umum tersebut.

Samsu mengatakan, bahwa pemandangan umum ini merupakan mekanisme dan prosedur dalam rangka penyusunan perencanaan dan penetapan APBD TA. 2019.

“Semua fraksi berharap agar program dan kegiatan pada penyusunan KUA-PPAS 2019 lebih difokuskan pada dukungan pencapaian sasaran strategis daerah sesuai RPJMD Tahun 2016-2021 dengan capaian kinerja lebih menyentuh kepada kepentingan masyarakat,” kata Samsu

Ia juga mengatakan bahwa secara delapan fraksi berpandangan bahwa pada tahun 2019 kebijakan keuangan daerah, selain diarahkan pada kelanjutan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang bersifat multiyears juga hendaknya lebih difokuskan pula pada sasaran upaya mengatasi masalah-masalah mendasar untuk menjadi prioritas pembangunan daerah.

Baca:   Fraksi PDIP Dukung Masuknya Investasi di Konsel

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Diantaranya masih terdapat beberapa ruas jalan kabupaten yang mengalami rusak berat, pengaspalan ibukota kecamatan seperti Kecamatan Tinanggea, Laeya dan Konda. Peningkatan akses dan mutu pendidikan, peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga pendidik dan kesehatan, peningkatan produktivitas, daya saing sektor pertanian dan sektor peternakan serta industri pengolahan,” jelas politisi Golkar ini

“ke delapan fraksi menyarankan kepada Pemda agar mempertimbangkan pengalokasian anggaran melalui APBD Tahun 2019 untuk pembangunan atau perbaikan balai dan kantor desa serta fasilitas pemerintah desa, serta menyarakan kepada OPD terkait agar melakukan perbaikan dan rehabilitasi bendungan guna menopang pengairan pada persawahan milik masyarakat,” lanjut Samsu

“Diharapkan RKA yang disusun yang akan dijalankan pada anggaran 2019 dapat menjadi stimulus untuk menggerakkan roda perekonomian, mengurangi angka pengangguran yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Konawe Selatan,” akhirnya

Sementara itu Jawaban Pemda Konsel yang diwakili langsung oleh Surunudin Dangga, berterima kasih atas saran, kritik, dan pertanyaan terhadap rancangan dan penyempurnaan KUA-PPAS 2019 sebelum OPD menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA) sebagai bahan penyusunan APBD 2019.

“Tetap kami alokasikan pembayaran tunjangan penghasilan pegawai (TPP) sesuai hasil evaluasi kinerja dan kedisiplinan para ASN, agar TPP yang diberikan sesuai hasil kerjanya,” ujar Surunudin

Baca:   Warga Sombu Laporkan Kadesnya Ke Kejari Wakatobi

“Kami juga berencana memperbaikai bendungan rusak yang terletak di desa Masagena-Konda, dan yang terdapat di beberapa desa di Kecamatan Ranomeeto, Angata dan Mowila agar ratusan ribu hektar sawah dapat lebih optimal produksinya,” janjinya pada anggota dewan

Surunudin juga mengatakan akan menyelesaikan masalah masalah mendasar seperti kerusakan jalan, peningkatan akses dan mutu pendidikan, kuantitas dan kualitas tenaga pendidik, kesehatan, peningkatan sektor pertanian, peternakan, perikanan serta industri pengolahannya yang kesemuanya merupakan prioritas utama di tengah tengah keterbatasan anggaran.

Laporan: Adryan Lusa
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan