DPRD Wakatobi Geram dengan Pemda, Rupanya Gara-gara Ini

  • Bagikan
Rapat kerja bersama DPRD dan Pemda Wakatobi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Anggota DPRD Wakatobi mengaku geram atas penghapusan sejumlah program oleh Pemerintah Daerah. Padahal, program tersebut dinilai melalui kesepakatan bersama.

Kekesalan sejumlah anggota dewan ini ditunjukkan saat rapat kerja bersama Pemda Wakatobi dalam rangka membahas amandemen khusus DPRD tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2020, Rabu (14/7/2021).

Anggota DPRD Wakatobi ramai-ramai menyoroti sejumlah program yang ditetapkan dalam pembahasan APBD, namun dalam pelaksanaannya program-program hilang tanpa dikoordinasikan dengan dewan.

Ketua DPRD Wakatobi, Hamiruddin, mengatakan seharusnya usulan dari anggota DPRD dan disepakati dalam pembahasan APBD tidak dihapus begitu saja. Jikapun dihilangkan lantaran adanya pemotongan anggaran untuk penanganan Covid-19 seyogyanya disampaikan kepada anggota dewan.

“Jangan main hapus begitu saja,” ucapnya dalam rapat.

Menurut Hamiruddin, hampir semua usulan dewan yang merupakan aspirasi dari masyarakat dihilangkan. “Hargai juga ini DPRD. Kita sama-sama penyelenggara negara,” tambahnya.

Ketua Komisi III, La Ode Nasrullah, menjelaskan salah satu program dihapus padahal ditetapkan dalam APBD 2021 adalah dermaga kapota. Padahal program tersebut masuk dalam skala prioritas namun faktanya dihilang tanpa adanya koordinasi.

Anggota dewan lainnya Muhammad Ikbal bahwa juga menambahkan, program lainnya ikut dihapus, yakni program jalan di Pulau Runduma.

Baca:   Gubernur Sultra Rotasi 11 Staf Menjadi Sekretaris dan Kabid

“Kami malu dengan konstituen kami. Kita sampaikan ke masyarakat bahwa jalan di Runduma akan dibangun tahun ini karena disepakati di DPRD, tapi tiba-tiba hilang,” terangnya.

Menanggapi pernyataan tersebut Kepala Bappeda Wakatobi, Terima, mengaku hilangnya sejumlah program pembangunan itu lantaran adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Meski demikian, Pemda akan kembali menganggarkan pada 2022.

“Untuk Demaga Kapota kita akan programkan di 2022,” ucapnya.

Rapat kerja bersama Pemda Wakatobi tersebut juga dihadiri Sekda Wakatobi La Jumadin dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemda Wakatobi. (C)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan