Dua Desa di Konawe Terendam Banjir, Warga Terpaksa Mengungsi

  • Bagikan
Banjir merendam permukiman warga di Desa Laloika Kecamatan Pondidaha, Konawe. (Foto: Dok. BPBD Konawe)
Banjir merendam permukiman warga di Desa Laloika Kecamatan Pondidaha, Konawe. (Foto: Dok. BPBD Konawe)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Akibat intensitas curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan puluhan rumah warga dua desa di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggaraterendam banjir dan warga terpaksa mengungsi.

Dua desa yang terendam banjir tersebut yakni Laloika dan Wonua Monapa di Kecamatan Pondidaha.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Samsul SP mengatakan, intensitas hujan yang terjadi membuat air genangan sejak kemarin (Jumat, 20/8) mulai naik, puluhan rumah warga tergenang dan terpaksa mengungsi karena volume air terus meningkat.

“Hasil dari asesment anggota TRC perhari kenaikan air meningkat dikisaran 3O cm di Desa Laloika dan Desa Wanua Monapa, naik sudah satu meter karena desa tersebut berdekatan dengan tanggul,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (21/08/2021).

Ia menambahkan, dua desa yang terdampak banjir tersebut berdasarkan laporan dari kepala desa setempat ada sekitar 26 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di balai desa dan mengungsi mandiri ke sanak keluarganya.

“Jadi kami nantinya fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar untuk di salurkan dititik -titik pengungsian,” ucapnya.

Selanjutnya, terkait perkembangan data terbaru warga yang terdampak banjir tersebut, BPBD masih menunggu hasil dari pihak TRC yang sementara ini masih berada di lapangan.

Baca:   TPID Konawe Gelar Bursa Inovasi Desa

“Saat ini kami masih menunggu laporan perkembangan dari teman-teman TRC di lapangan,” katanya.

Sementara itu, dari hasil pantauan pihak BPBD Konawe terkait curah hujan tinggi yang beberapa hari terakhir turun, Bendungan Wawotobi masih terpantau normal artinya Sungai Konawe masih berstatus aman.

“Ini kemungkinan besar terjadinya banjir di dua desa itu akibat aliran sungai Rawa Aopa dari arah selatan yang meluap,” ungkapnya. (C)

Laporan: Andi Nur Aris.S
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan